Advertisement
Peristiwa

Menag RI Fachrul Razi Tegas Larang Kurikulum yang Memancing Radikalisme

Menteri Agama RI (Menag RI) Jenderal (Purn) Fachrul Razi menegaskan larangan kurikulum pendidikan yang memancing radikalisme, ataupun juga kurikulum yang menyesatkan pemahaman tentang agama.

TIMES Indonesia,
Menag RI Fachrul Razi Tegas Larang Kurikulum yang Memancing Radikalisme
Menteri Agama RI (Menag RI) Jenderal (Purn) Fachrul Razi (Foto: Kemenag RI for TIMES Indonesia)
A-AA+

JAKARTA Menteri Agama RI (Menag RI) Jenderal (Purn) Fachrul Razi menegaskan larangan kurikulum pendidikan yang memancing radikalisme, ataupun juga kurikulum yang menyesatkan pemahaman tentang agama.

“Tidak ada kurikulum yang memancing radikalisme, menyesatkan pemahaman tentang agama. Karena agama adalah rahmat bagi semesta. Dalam islam dikenal dengan rahmatan lil alamin. Kita tegas tentang masalah ini," ucapnya.

Advertisement

Menurut Fachrul Razi, fungsi utama atau tupoksi dirinya sebagai Menag adalah merumuskan langkah-langkah kebijakan di bidang keagamaan. Untuk itu, ia berharap umat beragama dapat duduk bersama untuk membangun bangsa.

Fachrul menegaskan jika pihaknya akan bersikap tegas terhadap tindakan-tindakan yang notabene merisaukan masyarakat. Menurutnya, aparat hukum juga akan mengambil penegakan hukum, sekiranya ada tindakan yang ekstrem.

Meski begitu, ia menjamin Kemenag akan mengambil jalan untuk mengimbau terlebih dahulu. Menurutnya, mengimbau tidak menimbulkan kekerasan yang tidak pantas, tapi mengajak dari hati ke hati, untuk bersikap toleran, damai dan menghindari kata-kata yang memancing permusuhan.

"Upaya mengimbau adalah yang utama, jika tidak mau diimbau kita ambil langkah yang lebih jauh, misal tegakkan aturan hukum,” papar Menag RI, Fachrul Razi. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rochmat Shobirin
PenulisRochmat ShobirinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia