Advertisement
Peristiwa

Apa Kata Ilmuwan tentang Skyquake? Simak Penjelasannya

Fenomena skyquake kerap kali muncul di berbagai belahan bumi. Hal ini membuat beberapa peneliti termasuk ilmuwan mancanegara berlomba-lomba memecahkan misteri asal suara dentuman tersebut.

TIMES Indonesia,
Apa Kata Ilmuwan tentang Skyquake? Simak Penjelasannya
Ilustrasi skyquake. (Foto: Fotoworkshop4You/Flickr)
A-AA+

JAKARTA Fenomena skyquake kerap kali muncul di berbagai belahan bumi. Hal ini membuat beberapa peneliti termasuk ilmuwan mancanegara berlomba-lomba memecahkan misteri asal suara dentuman tersebut.

Namun tak banyak bahan rujukan yang bisa menjelaskan dengan gamblang sumber suara dari skyquake ini. "Saya rasa tak banyak penelitian mengenai ini (Skyquake)," ungkap  Lisa Wald, Geofisikawan Amerika.  

Advertisement

Lisa dan rekannya di U.S. Geological Survey (USGS) juga pernah melakukan penelitian mengenai fenomena ini. Nyatanya mereka tak menemukan kegiatan seismik atau gempa, namun hanya menemukan suara ledakan.

Langit a
Ilustrasi skyquake.(Foto: unsplash.co)

Masih menurut Lisa, seperti dilansir dari Magic Valley, satu-satunya rujukan  yang paling gamblang dalam menjelaskan fenomena ini adalah jurnal milik almarhum David Hill USGS yang berjudul Seismological Research Letters. 

Dalam jurnalnya Hill mengungkap banyak sekali alasan potential untuk menjelaskan dentuman suara tersebut. Di antaranya gempa dangkal atau suara ombak besar dari laut yang menghantam karang. 

Tak jauh beda dengan hasil penelitian yang diadakan oleh Hill, Universitas North Carolina (USC) di Amerika juga mengeluarkan paparan tentang skyquake yang hampir serupa. 

Advertisement

Dalam artikel yang diunggah Forbes, mereka telah mempelajari kegiatan seismik di North Carolina pada tahun 2013 sampai 2015 dengan menggunakan mobil seismograf yang dikendalikan dari jarak jauh. Mobil ini dilengkapi dengan 400 sensor atmosfer dan seismograf.

Para peneliti membandingkan data pergerakan seismik yang diperoleh dengan artikel koran lokal yang dibuat pada tahun tersebut. Dari pencocokan tersebut, hanya terjadi guncangan akibat dentuman suara, dan tidak ada kegiatan seismik pada waktu itu.   

Eli Bird, salah seorang pelajar USC yang ikut dalam penelitian menyimpulkan bahwa skyquake merupakan fenomena atmosfer. "Kami tidak berpikir suara itu berasal dari aktivitas seismik, kami berasumsi suara tersebut menyebar melalui atmosfer daripada tanah," ungkap Bird. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Khodijah Siti
PenulisKhodijah SitiPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2018. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia