Aktivitas Sesar Aktif, Dua Gempa Beruntun Mengguncang Wilayah Cianjur
Guncangan pertama yang berkekuatan lebih besar dirasakan cukup nyata oleh warga di dalam rumah, sementara getaran kedua menyusul dengan intensitas yang lebih rendah.
CIANJUR – Wilayah Kabupaten Cianjur kembali dikejutkan oleh aktivitas tektonik pada Rabu (24/6/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun, kawasan di Jawa Barat tersebut diguncang oleh dua kali aktivitas gempa yang terjadi dalam rentang waktu yang tidak terlalu lama.
Guncangan pertama yang berkekuatan lebih besar dirasakan cukup nyata oleh warga di dalam rumah, sementara getaran kedua menyusul dengan intensitas yang lebih rendah namun tetap memicu kewaspadaan masyarakat setempat.
TIMES Indonesia melansir informasi tersebut dari akun resmi media sosial Instagram @bmkgwilayah2 yang memaparkan detail seismik kejadian ini secara terperinci.
Gempa pembuka dilaporkan berkekuatan magnitudo 3,2 yang berpusat di darat pada kedalaman enam kilometer. Jarak pusat getaran tersebut berada sekitar delapan kilometer di arah barat daya dari pusat pemerintahan Kabupaten Cianjur.
Selang beberapa saat kemudian, instrumen pencatat mendeteksi adanya aktivitas gempa susulan berkekuatan magnitudo 2,4 dengan pusat yang bergeser tipis ke kedalaman empat kilometer.
Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Dr. Hartanto, ST, MM., menjelaskan bahwa fenomena alam ini tergolong ke dalam kategori gempa bumi dangkal.
Menurut penyampaiannya, karakteristik pergerakan tanah semacam ini dipicu secara langsung oleh dinamika zona patahan lokal.
Ia memaparkan bahwa dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif wilayah setempat.
Meskipun berkekuatan relatif kecil, getaran pertama sempat menimbulkan kepanikan ringan karena dirasakan di wilayah Cilaku dan Cugenang dengan skala intensitas III MMI.
Di kawasan tersebut, getaran dinilai menyerupai efek yang timbul saat sebuah truk bermuatan berat melintas tepat di dekat pemukiman.
Sementara itu, guncangan kedua dirasakan di Cugenang dengan skala II MMI yang ditandai oleh bergoyang atau bergesernya benda-benda ringan yang digantung di dalam ruangan.
Hingga laporan mutakhir disosialisasikan oleh pihak berwenang pada pagi hari, situasi di lapangan dilaporkan masih aman dan terkendali.
Petugas di lapangan memastikan bahwa belum ada laporan resmi yang masuk mengenai kerusakan bangunan atau fasilitas publik sebagai dampak dari pergerakan tektonik tersebut.
Di samping itu, hasil pengamatan berkelanjutan menunjukkan bahwa tren kegempaan pasca-kejadian sudah mulai melandai dan tidak memperlihatkan adanya potensi guncangan susulan lain. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


