Sambut Libur Sekolah, Pemkot Yogyakarta Siapkan Malioboro Tetap Bersih dan Nyaman
Pemerintah kota memastikan area pedestrian dan fasilitas publik tetap bersih dan nyaman sehingga wisatawan dapat menikmati suasana Jogja dengan aman dan menyenangkan.
JOGJA – Pemerintah Kota Yogyakarta (Pemkot Yogyakarta) mulai melakukan berbagai persiapan menghadapi lonjakan wisatawan pada masa libur sekolah yang akan berlangsung dalam waktu dekat.
Salah satu fokus utama Pemkot Yogyakarta adalah memastikan kebersihan kawasan wisata, terutama Malioboro dan pasar tradisional yang menjadi magnet kunjungan wisatawan.
Kawasan Malioboro sebagai ikon wisata Kota Yogyakarta menjadi perhatian khusus. Pemerintah kota memastikan area pedestrian, fasilitas publik, hingga lingkungan sekitar tetap bersih dan nyaman sehingga wisatawan yang datang dapat menikmati suasana Jogja dengan aman dan menyenangkan.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyampaikan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk memperkuat kesiapan menghadapi masa liburan sekolah.
Menurut Hasto, menjaga kebersihan Malioboro bukan hanya dilakukan saat musim ramai wisatawan, tetapi menjadi komitmen yang terus dijalankan Pemerintah Kota Yogyakarta.
Salah satu upaya rutin dilakukan melalui kegiatan Gerakan Jogja Berhati Nyaman yang digelar setiap Jumat pagi dengan melibatkan jajaran pegawai Pemkot Yogyakarta.
“Libur sekolah ini kita akan menyiagakan Malioboro supaya dijaga kebersihannya. Kemarin saya sudah koordinasi,” ujar Hasto, Kamis (25/6/2026).
Malioboro Disiapkan Jadi Ruang Wisata Nyaman Saat Liburan
Selain menjaga kebersihan, Pemkot Yogyakarta juga terus menghadirkan ruang publik yang lebih nyaman bagi wisatawan dan masyarakat. Salah satunya melalui penerapan car free day (CFD) di kawasan Malioboro setiap Minggu pagi.
Program bebas kendaraan bermotor tersebut berlangsung mulai pukul 05.00 hingga 09.00 WIB.
Dengan adanya CFD, wisatawan dapat lebih leluasa menikmati suasana Malioboro, berjalan kaki di pedestrian, berolahraga, maupun menikmati aktivitas pagi di pusat kota.
Hasto menjelaskan, antusiasme masyarakat terhadap CFD Malioboro cukup tinggi. Banyak warga maupun wisatawan memanfaatkan waktu pagi untuk berjalan santai, bersepeda, hingga berolahraga.
“Malioboro hari Minggu pagi kami car free day-kan karena banyak sekali wisatawan yang pagi hari ingin jalan-jalan di Malioboro, ada yang lari, sepeda-an. Ini menjadi ruang yang bisa dimanfaatkan masyarakat,” jelasnya.
Ia juga membuka kemungkinan agar pelaksanaan CFD diperluas pada hari Sabtu pagi sehingga akhir pekan di Malioboro semakin nyaman dan ramah bagi wisatawan.
Pasar Ngasem Jadi Perhatian, Pemkot Dorong Kebersihan
Tidak hanya Malioboro, Pemkot Yogyakarta juga memberi perhatian terhadap kebersihan pasar tradisional yang kini semakin menjadi tujuan wisata.
Salah satunya adalah Pasar Ngasem yang dalam beberapa waktu terakhir semakin ramai dikunjungi wisatawan. Pasar yang memiliki nilai sejarah dan budaya tersebut terus didorong agar tampil lebih bersih dan nyaman.
Hasto mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung dan meminta dinas terkait bersama para pedagang melakukan pembenahan, termasuk membersihkan saluran air dan area yang berpotensi menimbulkan kesan kumuh.
“Karena Pasar Ngasem itu menjadi bagian destinasi. Sudah saya cek, saya bongkar selokan-selokannya yang kotor, yang lemak-lemak masuk situ. Kami di Kota Yogyakarta berbenah untuk kebersihan dalam rangka menyambut liburan sekolah,” tegasnya.
Menurutnya, kebersihan destinasi wisata menjadi faktor penting dalam memberikan pengalaman positif bagi wisatawan.
Pemerintah ingin wisatawan yang datang ke Yogyakarta mendapatkan kesan kota yang nyaman, bersih, dan memiliki pelayanan yang baik.
Wisata Edukasi hingga Seni Jadi Pilihan
Hasto juga mengingatkan bahwa daya tarik wisata Kota Yogyakarta tidak hanya sebatas hiburan, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan budaya.
Sejumlah destinasi seperti Taman Pintar, Kraton Yogyakarta, museum, serta berbagai ruang budaya menjadi tujuan wisata keluarga maupun rombongan pelajar yang melakukan kegiatan study tour.
Selain itu, agenda seni seperti pameran Artjog juga menjadi salah satu daya tarik wisata yang dapat dinikmati masyarakat selama periode liburan.
Dengan beragam pilihan wisata tersebut, Pemkot Yogyakarta berharap wisatawan dapat menikmati liburan dengan nyaman sekaligus mengenal kekayaan budaya dan kreativitas Kota Gudeg.
Tambah Petugas Kebersihan dan Fasilitas Toilet Umum
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Kota Yogyakarta, Fitria Dyah Anggraeni atau Anggi, mengatakan pihaknya siap menjalankan arahan Wali Kota untuk memperkuat kebersihan kawasan Malioboro selama libur sekolah.
Pihaknya akan meningkatkan intensitas pembersihan dengan mengoptimalkan petugas kebersihan, mulai dari penyapuan, penyisiran kawasan, hingga pengangkutan sampah.
“Kami akan mengoptimalkan petugas kebersihan terutama penyapuan, penyisiran dan pengangkutan sampah untuk melakukan aktivitasnya dengan ritme perputaran yang lebih rapat,” kata Anggi.
Selain kebersihan, Pemkot Yogyakarta juga menambah fasilitas pendukung bagi wisatawan. Sejumlah toilet portable dan fasilitas tambahan akan disiapkan di beberapa titik strategis kawasan Malioboro.
Fasilitas tersebut akan ditempatkan di tiga lokasi, yakni Jalan Perwakilan, Pabringan, dan Teras Beskalan mulai Sabtu 27 Juni 2026.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Yogyakarta menghadirkan pelayanan terbaik bagi wisatawan yang datang saat musim liburan sekolah.
Dengan persiapan kebersihan, penguatan fasilitas publik, serta pengelolaan kawasan wisata yang lebih baik, Kota Yogyakarta optimistis mampu menyambut wisatawan dengan wajah kota yang semakin nyaman, bersih, dan berkesan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


