Rocky Gerung Dijadwalkan Hadir di Magetan, Tantang Anak Muda Uji Eksistensi Marhaenisme di Era Digital
Forum ini akan membedah tuntas relevansi pemikiran Bung Karno di tengah gempuran tantangan global, dinamika demokrasi, ekonomi kerakyatan, hingga pergeseran sosial di era digital.
MAGETAN – Peringatan Bulan Bung Karno 2026 di Kabupaten Magetan dipastikan bakal berlangsung dinamis.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan (PDIP Magetan) sekaligus Anggota DPRD Jatim, Diana AV Sasa, mengundang elemen kepemudaan, akademisi, mahasiswa, hingga masyarakat umum untuk menguji kembali gagasan ideologis sang proklamator RI lewat forum bertajuk 'Soekarno Talk-In'.
Acara yang mengusung tema besar 'Marhaenisme Reloaded, Masih Relevan untuk Gen Z?' ini dijadwalkan menghadirkan dua pemikir nasional lintas generasi, yakni pengamat politik kondang Rocky Gerung serta akademisi Universitas Airlangga, Airlangga Pribadi Kusman.
Keduanya diplot sebagai narasumber utama untuk membedah buku terbaru berjudul 'Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z'.
Menurut Diana Sasa, kehadiran tokoh kritis sekelas Rocky Gerung di Magetan sengaja dirancang bukan sekadar untuk seremoni peluncuran buku, melainkan demi membuka ruang dialektika yang sehat bagi generasi muda.
Forum ini akan membedah tuntas relevansi pemikiran Bung Karno di tengah gempuran tantangan global, dinamika demokrasi, ekonomi kerakyatan, hingga pergeseran sosial di era digital.
"Kami ingin menghadirkan ruang diskusi yang terbuka dan sehat bagi masyarakat, khususnya anak-anak muda. Marhaenisme harus terus didialogkan agar nilai-nilai perjuangan Bung Karno tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman," ujar Diana Sasa, Kamis (25/6/2026).
Ia menilai bahwa potret generasi muda hari ini sangat membutuhkan ruang publik yang merdeka untuk saling bertukar gagasan dan menyampaikan kritik secara konstruktif.
Oleh sebab itu, Soekarno Talk-In diinisiasi sebagai jembatan yang mempertemukan warisan pemikiran kebangsaan dengan realitas konkret yang dihadapi oleh Generasi saat ini.
"Anak muda hari ini tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga harus menjadi generasi yang kritis, memiliki kepedulian sosial, dan memahami persoalan rakyat. Semangat itulah yang ingin kita hidupkan melalui diskusi ini," tambah Sasa.
Melalui forum akademis yang melibatkan Rocky Gerung ini, panitia berkomitmen menghidupkan kembali tradisi intelektual serta budaya literasi berdialog yang kuat.
Tradisi bertukar pikiran secara tajam dan berbobot tersebut dinilai sebagai esensi utama dari karakter perjuangan Bung Karno semasa hidupnya.
Kegiatan Soekarno Talk-In Book Launching 'Marhaenisme: Masih Relevan Untuk Gen Z?' akan dilaksanakan di Wisma Perjuangan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Minggu (28/6/2026) Pukul 19.00-23.00 WIB dan dapat dihadiri secara gratis.
Mengingat tingginya antusiasme publik, registrasi akan ditutup secara otomatis setelah kapasitas ruangan terpenuhi.
Melalui konsistensi ruang belajar bersama ini, Diana Sasa menaruh harapan besar agar forum ini mampu memberikan dampak yang positif.
“Saya harapkan kegiatan ini dapat menginjeksikan kembali semangat kebangsaan, nilai gotong royong, serta manifesto keberpihakan kepada rakyat kecil (wong cilik) yang menjadi episentrum dari ajaran Marhaenisme,” Kata Diana Sasa. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


