Ponorogo Diserbu 200 Offroader Nasional di Ajang Grebeg Suro Adventure Off-road 2026
Kompetisi petualangan ekstrem yang berlangsung selama tiga hari (25–28 Juni 2026) ini digelar secara khusus dalam rangka menyemarakkan Hari Bhayangkara ke-80.
PONOROGO – Geliat sport tourism di Kabupaten Ponorogo kembali membara. Sebanyak 200 offroader tangguh dari berbagai pelosok Nusantara, Jumat (26/6/2026) berkumpul di Bumi Reog untuk menguji nyali dalam ajang bergengsi Grebeg Suro Adventure Off-road 2026.
Selain menjadi magnet utama bagi para pencinta otomotif, kompetisi petualangan ekstrem yang berlangsung selama tiga hari (25–28 Juni 2026) ini digelar secara khusus dalam rangka menyemarakkan Hari Bhayangkara ke-80.
Prosesi pemberangkatan peserta berlangsung meriah di area Stadion Batoro Katong Ponorogo.
Sebelum secara resmi mengibarkan bendera start, Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi penyelenggaraan event yang memadukan unsur olahraga dan pariwisata ini.
Menurutnya, para peserta tidak sekadar berkompetisi, melainkan bakal disuguhi lanskap alam Ponorogo yang eksotis namun menyimpan rintangan yang menguji keterampilan mengemudi tingkat tinggi.
"Event bergengsi ini tidak hanya menjadi ajang unjuk gigi bagi komunitas otomotif, tetapi juga berperan besar dalam mendongkrak sektor pariwisata, perhotelan, dan ekonomi kreatif di Ponorogo," tutur Dwi Agus Prayitno.
Ia pun menambahkan bahwa perputaran ekonomi selama tiga hari pelaksanaan event ini berdampak langsung pada pelaku usaha lokal, mulai dari penginapan hingga sektor kuliner.
Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pengurus Kabupaten (Pengkab) Ponorogo, Totok Hernowo, menjelaskan bahwa esensi dari Grebeg Suro Adventure Off-road tahun ini terasa lebih spesial karena bersinergi dengan momentum peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Mengenai teknis kompetisi, Totok memaparkan bahwa jalur yang disiapkan panitia dirancang sedemikian rupa untuk menuntut kombinasi performa mesin kendaraan yang prima serta kecakapan navigasi dari para driver.
"Para offroader akan melewati medan terjal dan tanjakan ekstrem yang membutuhkan ketangguhan serta skill mengemudi mumpuni," jelas Totok.
Guna mengakomodasi antusiasme dan variasi spesifikasi kendaraan peserta, pihak panitia membagi kompetisi ini ke dalam dua kelompok utama.
"Ada dua kategori utama yang diikuti para offroader, yaitu kategori Extreme 4x4 dan Fun 4x4," tukas Totok Hernowo.
Melalui ajang ini, Ponorogo kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi ramah sport tourism di Jawa Timur yang mampu mengawinkan potensi alamiah wilayah dengan geliat industri otomotif nasional. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


