Advertisement
Peristiwa

Senyum Semringah, Hari Ini Puluhan Pasangan Gelar Nikah Massal di Jakarta

Sebanyak 50 pasangan mengikuti nikah massal yang digelar Kementerian Agama di Jakarta sebagai bagian dari Peaceful Muharam 1448 H untuk mendukung pelayanan keagamaan masyarakat.

TIMES Indonesia,
Senyum Semringah, Hari Ini Puluhan Pasangan Gelar Nikah Massal di Jakarta
Salah satu pasangan mengikuti program nikah massal yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama di Smesco Exhibition Hall, Jakarta. (FOTO: Moh Ramli/TIMES Indonesia)
A-AA+

JAKARTA JAKARTA – Kebahagiaan dan haru menyelimuti puluhan pasangan di Jakarta yang resmi memulai kehidupan baru melalui ikatan pernikahan.

Sebanyak 50 pasangan mengikuti program nikah massal yang diselenggarakan Kementerian Agama di Smesco Exhibition Hall, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Advertisement

Acara sakral ini digelar bersamaan dengan gelaran Islamic Wedding Expo 2026 yang berlangsung pada 27–28 Juni 2026, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian perayaan Peaceful Muharam 1448 H.

Dari total peserta, sebanyak 31 pasangan melangsungkan akad nikah secara langsung di lokasi acara. Sementara itu, 19 pasangan lainnya melaksanakan prosesi pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA) sesuai domisili masing-masing.

Suasana khidmat terasa saat para mempelai pria secara serentak mengucapkan ijab kabul di hadapan penghulu masing-masing.

Seruan "Sah!" bergema dari keluarga dan para tamu yang hadir, disambut senyum bahagia para pengantin baru.

Wakil Menteri Agama, Romo Syafi’i, yang hadir dalam acara tersebut menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap pemenuhan hak-hak sipil dan keagamaan masyarakat.

Advertisement

"Kegiatan ini merupakan salah satu bukti kehadiran negara dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat," katanya.

Ia juga memberikan pembekalan rohani kepada para pengantin baru mengenai pentingnya menjaga fondasi pernikahan. Ia mengingatkan bahwa Allah telah membekali setiap pasangan dengan modal utama, yaitu cinta dan kasih sayang.

"Bagaimana kita merawat rumah tangga? Kita sudah dibekali Allah dua hal yaitu wa ja'ala bainakum mawaddah wa rahmah, cinta dan kasih sayang. Rasa ini tidak dipelajari, tidak dibeli, dan bukan hadiah dari siapa pun," jelasnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa ketahanan sebuah negara sangat bergantung pada kualitas keluarga di dalamnya. Rumah tangga yang harmonis akan melahirkan masyarakat yang baik, yang pada akhirnya memperkuat bangsa.

"Bangsa yang baik dimulai dari masyarakat kecil yang baik, dan masyarakat kecil yang baik itu ditentukan oleh rumah tangga-rumah tangga yang baik," katanya.

"Karena itulah, perintah menikah adalah perintah untuk mewujudkan kebaikan bagi laki-laki dan perempuan, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara," ujarnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Ramli
PenulisMoh RamliPasca Sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (2023). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia