Dua Polisi Masih Hilang Usai Gerebek Sabu di Katingan, Polda Kalteng Turunkan Tim Khusus
Tim tambahan dari Polda Kalteng dikirim untuk membantu mengusut kasus tersebut sekaligus mempercepat pencarian dua anggota yang sampai sekarang belum ditemukan.
PALANGKA RAYA – Palangka Raya - Kapolda Kalimantan Tengah memberikan keterangan terkait tewasnya seorang anggota polisi asal Polres Katingan dalam insiden penggerebekan narkoba jenis sabu yang berujung ricuh dengan warga.
Keterangan ini disampaikan Kapolda saat ditemui wartawan di sela acara syukuran HUT Bhayangkara ke-80 di Mapolda Kalteng, Kamis (2/7/2026) malam.
Kapolda mengungkapkan, pihaknya sudah mengirim tim tambahan dari Polda Kalteng untuk membantu mengusut kasus tersebut sekaligus mempercepat pencarian dua anggota yang sampai sekarang belum ditemukan.
"Saya sudah turunkan tim dari Polda untuk backup, untuk mengungkap perkara yang ada di sana," kata Kapolda.
"Nanti kita lihat dulu seperti apa perkaranya. Sekarang yang pasti, saya utamakan dulu menyelamatkan anggota saya yang masih dalam pencarian," imbuhnya.
Soal jumlah personel yang diturunkan, Kapolda menyebut ada 12 anggota yang dikerahkan untuk pencarian. Namun hingga saat ini, dua orang di antaranya masih belum ditemukan.
"Kemarin itu ada 12 yang digerakkan, sekarang masih ada 2 yang dalam pencarian," sebut dia.
Ketika ditanya apakah dua anggota tersebut sudah ditemukan, Kapolda memastikan proses pencarian masih terus dilakukan hingga saat ini.
Kapolda juga meminta media untuk bersabar dan tidak dulu menyebarkan informasi secara detail, sebelum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak kepolisian.
"Saya minta teman-teman media, sementara itu dulu ya. Saya utamakan untuk menyelamatkan anggota saya dulu," pungkasnya.
Sebagai informasi, insiden ini bermula saat tim Satresnarkoba Polres Katingan menggerebek lokasi dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah.
Penggerebekan itu berujung perlawanan dari keluarga dan warga setempat yang membawa parang serta senjata api rakitan.
Akibat insiden tersebut, satu anggota polisi bernama Aipda Yudhie dinyatakan meninggal dunia.
Sementara dua anggota lainnya, yakni Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, hingga kini masih dalam pencarian tim gabungan di sepanjang aliran sungai. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

