Peringatan WMO: El Nino Kuat Ancam Asia Tenggara, Indonesia Berisiko Kekeringan
Badan cuaca PBB perkirakan El Nino kuat terjadi dalam beberapa bulan ke depan, dorong suhu global lebih tinggi. Ini bisa picu cuaca ekstrem di berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara.
JAKARTA – JAKARTA – Badan cuaca Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Jumat (3/7/2026) meningkatkan perkiraannya tentang kemunculan cepat El Nino kuat dalam beberapa bulan ke depan, memperingatkan bahwa fenomena ini kemungkinan akan mendorong suhu global lebih tinggi.
"Kondisi El Nino telah muncul di Pasifik Ekuatorial, dan ada kesepakatan luar biasa antara model prakiraan bahwa ini akan menjadi El Nino kuat," kata ilmuwan World Meteorological Organization (WMO) Alvaro Silva.
El Nino adalah pemanasan periodik suhu permukaan laut di Pasifik tengah dan timur yang biasanya berlangsung 9–12 bulan, dapat meningkatkan suhu global dan risiko cuaca ekstrem.
Pada awal Juni, WMO memperkirakan El Nino moderat atau kuat, tetapi prakiraan terbaru memperkuat keyakinan bahwa kondisi kuat sedang berkembang. WMO menyatakan bisa merevisi perkiraan lebih lanjut jika data musim panas menunjukkan El Nino sangat kuat.
Dampak di Asia Tenggara
Prakiraan musiman menunjukkan pola kering di beberapa bagian dunia, termasuk Indonesia dan Asia Tenggara selama musim hujan.
"El Nino juga akan memberi dorongan tambahan pada suhu global. Kita tahu bahwa selama tahun El Nino, suhu global biasanya mencapai rekor," kata Silva.
Eropa mengalami gelombang panas terburuk 20-28 Juni, mengganggu pembangkit listrik dan membebani sistem kesehatan. Para ilmuwan mengatakan panas ekstrem hampir pasti didorong oleh perubahan iklim.
Efek El Nino akan terasa di berbagai wilayah hingga akhir tahun dan memasuki 2027. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


