Waduh, Jumlah Peserta KB Aktif di Kota Batu Terus Menyusut
Berdasarkan data DP3AP2KB, jumlah peserta KB aktif terus mengalami penurunan dalam kurun waktu lebih dari satu tahun.
BATU – Menurunnya jumlah peserta aktif program Keluarga Berencana (KB) menjadi perhatian Pemerintah Kota Batu.
Untuk itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Batu menargetkan penambahan 1.497 akseptor KB baru sepanjang 2026 melalui penguatan layanan kesehatan hingga tingkat desa.
Kepala DP3AP2KB Kota Batu, Heru Yulianto, mengatakan target tersebut disusun sebagai langkah menjaga keberlangsungan program pengendalian penduduk sekaligus meningkatkan kualitas keluarga di Kota Batu.
"Sebagai respons, Pemkot Batu menargetkan penambahan 1.497 akseptor baru pada 2026. Target itu juga selaras dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur," ujarnya, Minggu (5/7/2026).
Berdasarkan data DP3AP2KB, jumlah peserta KB aktif terus mengalami penurunan dalam kurun waktu lebih dari satu tahun.
Pada Januari 2025 tercatat sebanyak 26.194 akseptor aktif, kemudian berkurang menjadi 25.515 orang pada akhir tahun, dan kembali turun menjadi 25.231 peserta hingga Maret 2026.
Secara keseluruhan, jumlah akseptor aktif menyusut sebanyak 963 orang.
"Untuk itu kami memprioritaskan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang. Rinciannya meliputi 800 akseptor implan, 630 akseptor Intrauterine Device (IUD), 65 akseptor Metode Operasi Wanita (MOW), serta dua akseptor Metode Operasi Pria (MOP)," tegasnya.
Mantan Kepala Dinas Pertanian itu menjelaskan, akses pelayanan terus diperluas melalui kerja sama dengan sejumlah fasilitas kesehatan.
Sedikitnya lima rumah sakit dilibatkan dalam pelayanan KB, di antaranya RS Hasta Brata, RS Baptis, dan RS Punten.
"Selain itu, bidan desa juga diperkuat perannya dengan penyediaan alat kontrasepsi sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan lebih cepat tanpa harus datang ke rumah sakit," bebernya.
Di samping memperluas layanan, DP3AP2KB juga menggenjot edukasi kepada masyarakat melalui program Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE).
Sosialisasi dilakukan secara lebih masif agar masyarakat memahami pentingnya perencanaan keluarga dan manfaat mengikuti program KB.
"Selain penguatan layanan, kami juga mengintensifkan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE). Sosialisasi dilakukan lebih masif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keluarga," kata dia.
Sementara Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DP3AP2KB Kota Batu, Sintinche Agustina Pamungkas, menambahkan peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi bagian dari strategi.
Kader, penyuluh lapangan, hingga bidan rutin mengikuti pelatihan agar pelayanan kepada calon akseptor semakin optimal.
"Pemerintah juga memberikan pendampingan menyeluruh, mulai dari tahap skrining calon akseptor hingga pemasangan alat kontrasepsi," ujarnya.
Ice menambahkan, pemerintah bahkan memberikan dukungan berupa fasilitas transportasi dan konsumsi bagi masyarakat yang mengikuti layanan kontrasepsi tertentu.
"Meski penyebab turunnya partisipasi masih terus dievaluasi, mulai dari perubahan pola pikir hingga faktor sosial, kami optimistis target penambahan akseptor baru dapat tercapai sehingga pengendalian penduduk tetap berjalan sesuai rencana," tuturnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


