Advertisement
Peristiwa

Jaga Tradisi Budaya Jawa di Tanah Rantau, Tokoh Jawa Loktuan Bontang Gelar Gebyar Suro

Gebyar Suro Loktuan ini dimeriahkan pertunjukan seni tari tradisional dan musik daerah dari Kesenian kuda lumping Setio Budoyo Putra Birawa.

TIMES Indonesia,
Jaga Tradisi Budaya Jawa di Tanah Rantau, Tokoh Jawa Loktuan Bontang Gelar Gebyar Suro
Pemotongan Tumpeng sebagai penanda syukuran bukan syuro (Foto: TIMES Indonesia)
A-AA+

BONTANG Perayaan Tahun Baru Islam dan Tahun Baru Jawa atau yang dikenal dengan Bulan Suro terus menjadi daya tarik tersendiri di Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim). 

Berbagai kegiatan budaya dan tradisi digelar masyarakat dan paguyuban setempat sebagai wujud pelestarian kearifan lokal. Tradisi tahunan ini biasanya diisi dengan berbagai kegiatan sakral dan meriah. 

Advertisement

Salah satu momen yang paling dinantikan adalah doa bersama yang diselenggarakan oleh paguyuban para tokoh jawi di Kelurahan Loktuan yang digelar di halaman eks Pasar Loktuan Sabtu, (4/7/2026) malam.

Kegiatan yang bertajuk Gebyar Suro Loktuan ini dimeriahkan pertunjukan seni tari tradisional dan musik daerah dari Kesenian Kuda Lumping Setio Budoyo Putra Birawa. Hal ini guna mempererat tali persaudaraan antarwarga.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menyambut datangnya Bulan Suro atau Tahun Baru Islam 1448 H sekaligus mempererat tali persaudaraan antarwarga,” ujar Aiptu Bambang Sumantri.

Selain menjadi ajang kegiatan religi dan budaya, giat tahunan ini juga diramaikan dengan pagelaran seni dan bazar UMKM yang terpusat di kawasan strategis eks Lahan Pasar Citra Mas Loktuan.

“Terima kasih atas dukungan para sepuh, pini sepuh. Serta perusahaan PT Pupuk Kaltim dan KPI yang mendukung kegiatan ini hingga bisa terlaksana dengan baik,” ucap Bambang Sumantri.

Advertisement

Sementara Lurah Loktuan Sunyk Widiarsih mengapresiasi upaya para tokoh Jawa untuk menjaga konsistensi budaya yang masih bisa dilestarikan meski sedang berada di tanah rantau.

“Perayaan Gebyar Suro ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan rakyat, tetapi juga sebagai media edukasi sejarah bagi generasi muda untuk senantiasa melestarikan budaya adiluhung warisan nenek moyang,”katanya.

Ia pun berharap event serupa bisa terus digelar di kelurahan paling utara di Kota Bontang itu. Meski ia menyadari kegiatan serupa perlu dukungan dan perhatian banyak pihak.

“Terima kasih kepada warga Loktuan yang sudah menonton dengan tertib. Semoga bisa menikmati hiburan dengan nyaman,” ungkap Widya sapaanya.

Tampak hadir dalam event tersebut. Ketua IKA PAKARTI Bontang, Ketua dan perwakilan paguyuban daerah jawa timur di Kota Bontang, Ketua mitra kelurahan Loktuan dan tokoh masyarakat Loktuan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Kusnadi
PenulisKusnadiSarjana Ekonomi Universitas Muslim Indonesia (1997). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016 Meliput berbagai topik dan isu termasuk politik, hukum, umkm,ekonomi kreatif, wisata, olahraga hingga seni dan budaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia