Advertisement
Peristiwa

Antisipasi Kepanikan Fatal, BPBD Jember Gelar Simulasi Tanggap Bencana di RSU Kaliwates

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember menggelar simulasi tanggap bencana di Rumah Sakit Umum (RSU) Kaliwates, Rabu (8/7/2026). Kegiatan ini juga melibatkan pihak lain yakni pemadam kebakaran dan Search and Rescue (SAR).

TIMES Indonesia,
Antisipasi Kepanikan Fatal, BPBD Jember Gelar Simulasi Tanggap Bencana di RSU Kaliwates
Kepala BPBD Jember Edi Budi Susilo didampingi Direktur RSU Kaliwates Marta Nurani, saat apel pembukaan pelatihan. (Foto : M. Abdul Basid / TIMES Indonesia)
A-AA+

JEMBER Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember menggelar simulasi tanggap bencana di Rumah Sakit Umum (RSU) Kaliwates, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan ini juga melibatkan pihak lain yakni pemadam kebakaran dan Search and Rescue (SAR).

Advertisement

Langkah ini diambil sebagai bentuk mitigasi guna memastikan seluruh elemen rumah sakit siap menghadapi situasi darurat, baik bencana alam maupun bencana non-alam seperti kebakaran.

Kepala BPBD Jember Edi Budi Susilo mengatakan, kesiapsiagaan dan mitigasi merupakan kunci utama dalam meminimalisir dampak bencana yang waktu terjadinya tidak pernah bisa diprediksi.

"Ini adalah sebuah inisiasi yang bagus," ujar Edi.

Edi menjelaskan, simulasi ini melibatkan seluruh karyawan dan karyawati rumah sakit.

Mereka, lanjutnya, dibekali pemahaman mendalam mengenai standar operasional prosedur (SOP) keselamatan.

Advertisement

"Mereka dilatih untuk mengetahui secara pasti peran masing-masing saat situasi darurat terjadi, sehingga tidak ada kepanikan yang berujung fatal," jelasnya.

Selain RSU Kaliwates, ada instansi lain yang bakal menjalani simulasi serupa.

Di antaranya RS Jember Clinic, PT Imasco, dan Lippo Plaza Jember.

Tak hanya sektor bisnis dan pelayanan publik, BPBD Jember juga gencar menyasar sektor pendidikan melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang diadakan rutin setiap minggu.

"Mulai dari TK, SD, SMP, SMA/SMK, sampai perguruan tinggi, setiap minggu kami lakukan mitigasi model pelatihan semacam ini," tambahnya.

Edi menekankan bahwa urusan penanggulangan bencana bukan lagi menjadi tanggung jawab pemerintah semata.

"Semua harus mengambil posisi sesuai dengan kemampuan masing-masing. Yang paling penting adalah sinerginya. Jangan sampai pas bencana baru bingung karena tidak ada persiapan. Melalui simulasi ini, kita pastikan semua siap dan tidak tergopoh-gopoh saat situasi darurat terjadi," ungkap Edi.

Sementara itu, Direktur RSU Kaliwates Jember Marta Nurani Putri mengatakan, kegiatan simulasi tanggap bencana kepda pihaknya sangat penting.

"Kami sangat bersyukur mereka berkenan mengajari dan mendampingi kami langsung dalam menyusun serta mempraktikkan simulasi bencana di rumah sakit," ujar Marta.

"Meskipun harapan besar kita semua adalah bencana ini tidak pernah terjadi, namun sebagai fasilitas kesehatan, kami tidak boleh lengah. Kami harus bersiap menghadapi kemungkinan terburuk," sambungnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M Abdul Basid
PenulisM Abdul BasidBergabung di TIMES Indonesia sejak 2023. Meliput berbagai topik daerah di Kabupaten Jember.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia