Advertisement
Peristiwa

Milad ke-63, UNIDA Gontor Luncurkan Desa Binaan Agrotourism dan Sekolah Wakaf Berkah Indonesia

Agenda besar yang berlangsung di Hall Lantai 4 Gedung Terpadu UNIDA Gontor ini menjadi magnet berkumpulnya para tokoh nasional, pejabat negara, hingga otoritas keuangan.

TIMES Indonesia,
Milad ke-63, UNIDA Gontor Luncurkan Desa Binaan Agrotourism dan Sekolah Wakaf Berkah Indonesia
Mendes RI Yandri Susanto didampingi Pimpinan PMDG KH Hasan Abdullah Sahal, KH Akrim Mariat, Deputi Gubernur Senior BI Destri Damayanti dan Rektor UNIDA KH Fahmi Zarkasyi dalam peluncuran Desa Binaan Agrotourism. (Foto:UNIDA Gontor)
A-AA+

PONOROGO Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor Kabupaten Ponorogo menegaskan komitmennya dalam memperkuat kontribusi sosial-ekonomi berbasis pesantren. 

Menandai hari jadinya yang ke-63, UNIDA Gontor pada Rabu (8/7/2026) meluncurkan dua program strategis nasional, yakni Desa Binaan Agrotourism dan Sekolah Wakaf Berkah Indonesia (SWBI).

Advertisement

​Agenda besar yang berlangsung di Hall Lantai 4 Gedung Terpadu UNIDA Gontor ini menjadi magnet berkumpulnya para tokoh nasional, pejabat negara, hingga otoritas keuangan.

​Hadir dalam perhelatan ini Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI Yandri Susanto, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destri Damayanti, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) KH Hasan Abdullah Sahal dan KH Akrim Mariat, serta Rektor UNIDA Gontor Prof. Dr. KH Fahmi Zarkasyi. 

Acara juga disaksikan oleh jajaran pimpinan universitas, pejabat kementerian, perwakilan pemerintah daerah, serta segenap civitas akademika UNIDA Gontor.

​Dalam sambutannya, Pimpinan PMDG KH Hasan Abdullah Sahal menekankan pentingnya konsistensi dalam memegang teguh nilai-nilai kepesantrenan di tengah modernisasi akademik.

Ia mengingatkan bahwa usia 63 tahun bagi UNIDA Gontor adalah momentum untuk memperkokoh fondasi kelembagaan yang mandiri dan berakar kuat pada pengabdian masyarakat.

Advertisement

​"Gontor dan UNIDA tidak boleh tercerabut dari akar nilainya. Kehadiran program baru ini harus menjadi sarana ibadah dan dakwah yang nyata, bukan sekadar seremonial," tegas KH Hasan Abdullah Sahal.

"Kemandirian yang kita bangun adalah modal utama untuk terus memberikan kebermanfaatan bagi umat dan bangsa," imbuhnya.

​Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI, Yandri Susanto, yang hadir memberikan kuliah umum, mengapresiasi langkah UNIDA Gontor yang menginisiasi Desa Binaan Agrotourism.

Menurutnya, pesantren memiliki struktur sosiologis yang sangat kuat untuk menjadi motor penggerak transformasi perdesaan.

​"Pesantren bukan lagi sekadar pusat literasi keagamaan, melainkan episentrum inovasi dan pemberdayaan ekonomi," ujar Yandri Susanto dalam kuliah umumnya.

Menurut Mendes Yandri, lewat konsep Desa Binaan Agrotourism ini, UNIDA Gontor menunjukkan akselerasi nyata dalam menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan riil masyarakat desa.

"Jika seluruh pesantren bergerak membangun desa terdekatnya, kita akan melihat lompatan kesejahteraan yang luar biasa dari pinggiran Indonesia," sambungnya.

​Apresiasi senada juga datang dari sektor otoritas moneter. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destri Damayanti.

Dalam pemaparannya, ia menyoroti peluncuran Sekolah Wakaf Berkah Indonesia (SWBI) sebagai langkah visioner dalam penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah.

​Destri memaparkan bahwa potensi wakaf produktif di Indonesia sangat masif namun memerlukan tata kelola profesional (nazhir) yang kompeten.

​"Bank Indonesia terus mendorong integrasi keuangan syariah berbasis sosial, salah satunya melalui instrumen wakaf," jelas Destri Damayanti.

"Kehadiran SWBI di UNIDA Gontor ini akan menjadi inkubator penting dalam mencetak SDM unggul yang mampu mengelola aset-aset wakaf secara produktif, transparan, dan akuntabel. Ini adalah pilar baru bagi ketahanan ekonomi umat," lanjutnya.

Sementara ​Rektor UNIDA Gontor, Prof. Dr. KH Fahmi Zarkasyi, dalam laporannya menyampaikan bahwa di usia ke-63 ini, UNIDA terus memacu diri untuk tidak hanya menjadi perguruan tinggi yang bermutu secara akademis, tetapi juga 'berarti' bagi peradaban Islam dan ketahanan nasional.

Dua program yang diluncurkan hari ini merupakan hilirisasi dari riset dan nilai pengabdian yang selama ini berjalan di kampus.

​Acara puncak Milad ke-63 ini ditandai dengan peresmian simbolis kedua program tersebut, dilanjutkan dengan komitmen sinergi berkelanjutan antara UNIDA Gontor, Kementerian Desa PDT, Bank Indonesia, serta Pemerintah Daerah demi pembangunan yang inklusif dan berkah. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M. Marhaban
PenulisM. MarhabanSekolah Tinggi Publisistik (STP) Jakarta, KLW PWI Jawa Timur 1999. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019, meliput berbagai topik, termasuk Politik, Hukum, Olahraga, Budaya, dan Pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia