Hadapi Musim Kemarau, Petani Bantul Dapat Bantuan Irigasi APBN di 20 Titik
Bantuan tersebut berupa Irigasi Perpompaan (Irpom) dan Irigasi Perpipaan (Irpip) yang dibangun di 20 titik. Sebagian besar lokasi berada di Kapanewon Dlingo.
BANTUL – Pemerintah Kabupaten Bantul (Pemkab Bantul) menyiapkan berbagai langkah untuk menghadapi musim kemarau, salah satunya dengan menyalurkan bantuan sarana irigasi yang bersumber dari APBN bagi petani di wilayah rawan kekeringan.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bantul, Joko Waluyo, mengatakan bantuan tersebut berupa Irigasi Perpompaan (Irpom) dan Irigasi Perpipaan (Irpip) yang dibangun di 20 titik. Sebagian besar lokasi berada di Kapanewon Dlingo.
Menurutnya, fasilitas Irpom dan Irpip dapat dimanfaatkan untuk mengambil air dari sumur bor maupun sungai guna memenuhi kebutuhan irigasi saat musim kemarau.
"Anggaran berasal dari APBN dan pelaksanaannya dilakukan secara swakelola oleh kelompok tani. Kami juga sudah melakukan sosialisasi kepada petani sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau," kata Joko, Kamis (9/7/2026).
Selain bantuan baru tersebut, Dinas Pertanian juga memiliki lebih dari 4.000 unit pompa eksisting yang dapat dimanfaatkan petani untuk mendukung penanaman palawija maupun padi berumur pendek.
Joko mengimbau petani di daerah yang rawan kekurangan air agar menanam palawija atau varietas padi berumur pendek selama musim kemarau.
Wilayah yang biasanya terdampak kekeringan meliputi Kapanewon Dlingo, Imogiri, dan Piyungan, terutama di kawasan yang mengandalkan sumur dalam sebagai sumber air. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


