Butuh Perhatian Serius, Bupati Majalengka Ungkap Tujuh Puskesmas Tanpa Poli Gigi
Pemerintah daerah pun membuka ruang kolaborasi yang luas bersama organisasi profesi untuk menjawab tantangan tersebut.
MAJALENGKA – Di balik agenda seremonial pelantikan organisasi profesi, Bupati Majalengka H. Eman Suherman justru menyoroti persoalan mendasar yang masih membayangi sektor kesehatan daerah.
Kesenjangan layanan kesehatan gigi di tingkat puskesmas menjadi perhatian serius di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Hal itu disampaikan Bupati saat menghadiri Pelantikan dan Rapat Kerja Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Kabupaten Majalengka Masa Bhakti 2025–2030 di Aula BKPSDM, Sabtu (11/7/2026).
Dengan nada lugas, Eman mengungkap fakta di lapangan yang menunjukkan belum meratanya akses layanan kesehatan dasar. Hingga saat ini, masih terdapat tujuh puskesmas di Kabupaten Majalengka yang belum memiliki fasilitas poliklinik gigi.
Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi indikator perlunya langkah strategis dan percepatan kebijakan dalam pemerataan layanan kesehatan.
Pemerintah daerah pun membuka ruang kolaborasi yang luas bersama organisasi profesi untuk menjawab tantangan tersebut.
"Ini menjadi ruang kolaborasi yang sangat terbuka. Kami siap mengevaluasi regulasi dan memperkuat kebijakan rekrutmen tenaga kesehatan gigi agar pelayanan bisa menjangkau seluruh masyarakat," ujar Eman.
Lebih jauh, Bupati menekankan bahwa peran dokter gigi tidak hanya terbatas pada pelayanan kuratif, tetapi juga memiliki posisi strategis dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh, termasuk dalam percepatan penurunan angka stunting.
Ia menilai, intervensi berbasis keahlian profesional dari para dokter gigi dapat memberikan kontribusi signifikan, terutama dalam aspek pencegahan dan edukasi kesehatan sejak dini.
"Kami mengajak PDGI untuk terlibat aktif dalam program penanganan stunting. Dibutuhkan inovasi, gagasan, dan langkah nyata agar kesejahteraan masyarakat Majalengka terus meningkat," tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa pembangunan kesehatan di Majalengka tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan sumber daya manusia dan kolaborasi lintas sektor.
Di tengah tantangan yang ada, komitmen pemerintah daerah bersama organisasi profesi diharapkan mampu menghadirkan sistem layanan kesehatan yang lebih inklusif, merata, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Majalengka 'Langkung SAE'. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


