Advertisement
Peristiwa

Pulang dari Iran, Ketum PBNU Bawa Misi Perdamaian di Timur Tengah

Gus Yahya menjadi bagian dari delegasi Indonesia yang menghadiri prosesi belasungkawa atas wafatnya tokoh Iran, Ayatullah Ali Khamenei, di Kota Mashhad.

TIMES Indonesia,
Pulang dari Iran, Ketum PBNU Bawa Misi Perdamaian di Timur Tengah
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya saat ditemui di Jombang, Minggu (12/7/2026). (FOTO: Rohmadi/TIMES Indonesia)
A-AA+

JOMBANG Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya langsung bertolak ke Jombang usai menuntaskan tugas diplomatik di Republik Islam Iran.

Setibanya di Indonesia, ia memilih tidak pulang terlebih dahulu dan langsung menuju Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Minggu (12/7/2026), untuk bersilaturahmi sekaligus meninjau persiapan Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35.

Advertisement

Kedatangan Gus Yahya disambut jajaran pengasuh dan pengurus Pondok Pesantren Bahrul Ulum.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan menjelang forum tertinggi NU yang akan digelar di Tambakberas pada 27–31 Agustus 2026 mendatang.

Di hadapan awak media, Gus Yahya mengungkapkan bahwa sebenarnya kunjungan ke Tambakberas telah dijadwalkan beberapa hari sebelumnya.

Namun agenda tersebut harus ditunda setelah dirinya menerima penugasan dari Presiden Republik Indonesia untuk bergabung dalam delegasi resmi pemerintah ke Iran.

"Saya sebenarnya sudah berencana datang ke Tambakberas pada Kamis lalu. Tetapi sehari sebelumnya mendapat pemberitahuan untuk bergabung dengan delegasi yang mewakili Presiden dan Pemerintah Indonesia ke Iran," ujarnya.

Advertisement

Dalam kunjungan ke Iran, Gus Yahya menjadi bagian dari delegasi Indonesia yang menghadiri prosesi belasungkawa atas wafatnya tokoh Iran, Ayatullah Ali Khamenei, di Kota Mashhad.

 Selain menyampaikan duka cita, delegasi Indonesia juga membawa pesan perdamaian di tengah dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah.

Menurutnya, pemerintah Indonesia menugaskan delegasi untuk menyampaikan simpati sekaligus mendorong penyelesaian berbagai konflik melalui jalur dialog dan diplomasi.

"Pesan utama yang kami bawa adalah menyampaikan belasungkawa sekaligus mengajak semua pihak untuk mengedepankan upaya-upaya yang mengarah pada terciptanya perdamaian," kata Gus Yahya.

Selama berada di Iran, delegasi Indonesia melakukan sejumlah pertemuan dengan pejabat tinggi negara, mulai dari Menteri Luar Negeri Iran, Ketua Parlemen Iran, hingga Ketua Tim Perunding Iran.

Dalam berbagai forum tersebut, Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung stabilitas dan perdamaian kawasan.

Tak hanya membawa mandat negara, Gus Yahya mengaku juga menyampaikan aspirasi moral warga Nahdlatul Ulama.

Dalam pertemuannya dengan pimpinan parlemen Iran, ia menyampaikan simpati keluarga besar NU sekaligus harapan agar konflik yang terjadi dapat segera berakhir melalui jalan damai.

Ia menegaskan, sejak meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, PBNU terus mengajak warga nahdliyin untuk memanjatkan doa demi keselamatan umat Islam dan terwujudnya perdamaian dunia.

"Saya menyampaikan bahwa warga Nahdlatul Ulama sejak awal terus berdoa agar umat Islam mendapatkan perlindungan dari Allah SWT dan seluruh konflik dapat diselesaikan melalui jalan damai yang membawa kemaslahatan bagi umat manusia," tuturnya.

Gus Yahya menilai pesan yang dibawa Indonesia mendapat sambutan positif dari para pejabat Iran.

Meski situasi kawasan masih diwarnai ketegangan, ia melihat adanya ruang dan keterbukaan terhadap berbagai upaya diplomasi yang mengedepankan perdamaian.

"Alhamdulillah, pesan yang disampaikan delegasi Indonesia diterima dengan baik. Semoga ikhtiar ini menjadi bagian dari upaya bersama menghadirkan perdamaian yang lebih luas," ujarnya.

Usai menuntaskan misi diplomatik tersebut, Gus Yahya memilih langsung menuju Jombang untuk menghadiri agenda silaturahmi di Pondok Pesantren Bahrul Ulum.

Baginya, Tambakberas memiliki nilai historis yang sangat penting karena menjadi salah satu pusat perjuangan dan lahirnya Nahdlatul Ulama.

Ia berharap Muktamar NU ke-35 yang akan digelar di pesantren peninggalan para pendiri NU tersebut dapat berlangsung lancar, penuh keberkahan, serta melahirkan keputusan-keputusan strategis bagi masa depan organisasi dan kemaslahatan bangsa.

"Kita berharap Muktamar NU di Tambakberas menjadi momentum yang penuh berkah, memperkuat persatuan warga nahdliyin, dan menghasilkan keputusan terbaik bagi Nahdlatul Ulama serta masyarakat luas," pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rohmadi
PenulisRohmadiSarjana Manajemen Pendidikan Islam - STIT - Al Urwatul Wutsqo Jombang (2019), Magister Manajemen Pendidikan Islam - Unipdu Jombang (2023). Jurnalis, Akademisi dan Penulis Buku, Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2020. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, religi, seni, budaya dan sejarah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia