Advertisement
Peristiwa

Minat Siswa di Ajang Akademik Meningkat, SSC ke-4 Tembus 2400 Finalis

Kegiatan tahunan ini mempertandingkan tiga bidang, yaitu Matematika, Sains, dan Bahasa Inggris.

TIMES Indonesia,
Minat Siswa di Ajang Akademik Meningkat, SSC ke-4 Tembus 2400 Finalis
Peserta SSC ke-4 usai babak grand final. (FOTO: Miranda/TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Antusiasme pelajar terhadap ajang kompetisi akademik terus meningkat. Hal tersebut terlihat dari penyelenggaraan Grand Final Smart Student Competition (SSC) ke-4 yang berhasil menghimpun 2.400 finalis dari berbagai daerah di Pulau Jawa, Minggu (12/7/2026) di Universitas Negeri Malang (UM). 

Ketua Pelaksana SSC-4, Richi Danu Ardian, S.T., menjelaskan bahwa jumlah peserta grand final tahun ini meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada SSC 2025, grand final hanya diikuti sekitar 1.150 peserta.

Advertisement

“Grand final SSC ke-4 ini hingga 2.400 finalis dari total awal 8.000 peserta,” jelasnya usai kegiatan. 

Ia menambahkan bahwa kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Andima Smarthouse tersebut mempertandingkan tiga bidang, yaitu Matematika, Sains, dan Bahasa Inggris bagi siswa kelas 1 SD hingga kelas 9 SMP.

Meskipun lingkup kompetisi tingkat Pulau Jawa, tetapi sertifikat yang diberikan penyelenggara diterbitkan sesuai standar nasional, sehingga dapat dimanfaatkan para siswa untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi. 

“Lingkup pesertanya emang se-Pulau Jawa, tapi sertifikatnya tingkat nasional supaya bisa dimanfaatkan peserta,” imbuhnya.  

ketua Panitia ssc
Ketua Pelaksana SSC-4, Richi Danu Ardian, S.T.

Lanjutnya, Richi mengaku bahwa tingginya animo peserta disebabkan oleh  semakin besarnya minat pelajar terhadap kompetisi akademik. 

Advertisement

Selain memperebutkan medali dan gelar juara, para peserta juga berkesempatan memperoleh hadiah utama berupa perjalanan ke luar negeri. 

Ia berharap SSC dapat menjadi wadah bagi pelajar yang memiliki minat besar terhadap kompetisi akademik untuk terus mengembangkan kemampuan sekaligus mengukir prestasi.

“Harapannya adik-adik yang memang memiliki semangat mengikuti olimpiade memiliki wadah untuk menyalurkan potensi dan prestasi mereka,” katanya.

Salah satu peserta asal Jember, Fatiyya mengaku mengikuti lomba tersebut karena ingin menambah pengalaman dan prestasi. Ia berencana ingin melanjutkan jenjang pendidikannya melalui jalur prestasi. 

“Saya mau sendiri mengikuti lomba ini, karena ingin menambah pengalaman dan prestasi,” ujar peserta olimpiade bahasa inggris tersebut. 

Selaras dengan pernyataan tersebut, Ibu Fatiyya, Kurtis mengaku bahwa anaknya mengikuti perlombaan untuk kebutuhan prestasi.

Menurutnya, ini sebagai bekal sekaligus mengasah kemampuan anak. Sebagai orang tua, Kurtis berharap anaknya terus maju dan tidak pantang menyerah apabila menghadapi kegagalan. 

Sebagai orang tua saya selalu support, Fatiyya ikut lomba karena memang kemauannya sendiri dan untuk kebutuhan prestasi,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Miranda Lailatul Fitria
PenulisMiranda Lailatul FitriaSarjana Hukum Universitas Brawijaya. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2025. Meliput berbagai topik, termasuk pendidikan, hukum, dan budaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia