Advertisement
Peristiwa

Dua Tahun Berjuang Melawan Kanker Payudara, Winarsih Dwi Angraini Apresiasi Konsistensi Layanan Puskesmas Tempurejo

Perjuangan melawan penyakit kronis seperti kanker bukan hanya tentang ketahanan fisik, melainkan juga tentang bagaimana sistem pendukung di sekitar pasien mampu memberikan rasa aman.

TIMES Indonesia,
Dua Tahun Berjuang Melawan Kanker Payudara, Winarsih Dwi Angraini Apresiasi Konsistensi Layanan Puskesmas Tempurejo
Kapuskesmas tempurejo dr. Reni bersama timnya saat melakukan pemeriksaan terhadap ibu winarsih. (Foto : M. Abdul Basid / TIMES Indonesia)
A-AA+

JEMBER Perjuangan melawan penyakit kronis seperti kanker bukan hanya tentang ketahanan fisik, melainkan juga tentang bagaimana sistem pendukung di sekitar pasien mampu memberikan rasa aman. 

Hal inilah yang dirasakan oleh Winarsih Dwi Angraini, seorang warga asal Tempurejo, Kecamatan Tempurejo, yang telah dua tahun lamanya berjuang menghadapi kanker payudara.

Advertisement

Di tengah ujian berat yang menguji ketegaran hatinya, Winarsih membagikan kisah inspiratifnya mengenai pentingnya akses kesehatan yang humanis dan tanpa hambatan di tingkat fasilitas kesehatan pertama (Faskes I).

Sejak didiagnosis menderita kanker payudara sekitar dua tahun lalu, hari-hari Winarsih diwarnai dengan rangkaian pengobatan dan kontrol medis yang rutin.

Namun, beban berat tersebut terasa lebih ringan berkat dedikasi para tenaga medis di Puskesmas setempat.

Menurutnya, pihak Puskesmas telah memberikan pelayanan yang sangat baik, ramah, dan tanggap terhadap kondisinya sebagai pasien kanker.

"Sakit kanker payudara, sudah ada 2 tahunan. Selama ini pelayanan Puskesmas ya baik. Nggak ada kendala sama sekali," ungkap Winarsih, Senin (13/7/2026).

Advertisement

Bagi sebagian masyarakat, ada kekhawatiran bahwa pengobatan penyakit berat seperti kanker akan dihadapkan pada birokrasi faskes yang berbelit-belit.

Namun, pengalaman nyata Winarsih mematahkan stigma tersebut. 

Selama tiga tahun menjalani masa perawatan, ia menegaskan tidak pernah mengalami kendala administratif maupun medis yang berarti di Puskesmas Tempurejo.

"Kemudahan akses, ketersediaan obat yang memadai, serta keramahan petugas medis menjadi pilar utama yang membuat Ibu Winarsih tetap optimis menjalani hari-harinya demi menjemput kesembuhan," ungkap winarsih.

Kisah Winarsih menjadi potret nyata betapa krusialnya peran Puskesmas sebagai garda terdepan kesehatan masyarakat.

Pelayanan yang prima tidak hanya menyembuhkan fisik, tetapi juga memberikan kekuatan moral yang luar biasa bagi para penyintas kanker untuk terus berjuang. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M Abdul Basid
PenulisM Abdul BasidBergabung di TIMES Indonesia sejak 2023. Meliput berbagai topik daerah di Kabupaten Jember.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia