Puluhan Anak di Jember Keracunan Usai Mengonsumsi Menu MBG, Seluruh Biaya Pengobatan Gratis
Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa anak-anak setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jember terus mendapat penanganan serius.
JEMBER – Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa anak-anak setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jember terus mendapat penanganan serius.
Hal ini disampaikan langsung oleh Anggota Satgas MBG Jember, Akhmad Helmi Luqman, memantau langsung kondisi para korban yang saat ini tengah dirawat di Puskesmas Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, Kamis (16/7/2026).
Menurut keterangan Helmi, gejala awal yang dialami oleh para korban adalah diare, yang kemudian disertai dengan demam (panas) dan muntah-muntah.
Berdasarkan hasil penelusuran dan wawancara dengan orangtua salah satu korban, menu makanan MBG yang dikonsumsi sebenarnya tidak menunjukkan tanda-tanda keanehan atau kerusakan fisik.
"Tadi saya tanyakan, jalannya gimana bu? Rasanya mungkin pak Ratno tadi tanya kepada ibunya, ada rasa asam atau apa dan sebagainya gitu ya di menu MBG-nya itu. Ternyata katanya ibunya tidak ada. Tidak ada sama sekali, tidak ada asam, tidak ada basi, kelainan apa pun," ujar Helmi.
Karena antusiasme anak-anak yang tinggi dan belum pernah mendapatkan menu MBG tersebut, makanan tersebut langsung disantap hingga habis.
Namun, selang beberapa jam kemudian, anak tersebut mulai mengalami gejala diare, demam, hingga muntah, sehingga harus segera dirujuk ke puskesmas.
Pihak medis sejauh ini mendiagnosis para korban mengalami gejala muntaber (muntah dan berak) atau diare.
Sementara itu, penyebab pasti dari timbulnya gejala tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh tim kesehatan.
Sebagai bentuk tanggung jawab, seluruh biaya pengobatan para korban dipastikan gratis total atas instruksi langsung dari pimpinan daerah.
"Biaya pengobatan gratis semuanya. Atas perintah pimpinan, gus bupati, menyatakan semuanya gratis. Dan memang kami sudah atensi toh, atensi prioritas. Jadi semuanya gratis," tegas Helmi.
Hingga saat ini, tercatat ada total 29 korban yang terdampak.
Sebanyak 12 anak di antaranya masih menjalani perawatan intensif di puskesmas setelah adanya penambahan satu pasien baru, sementara korban lainnya dilaporkan sudah diperbolehkan pulang.
Korban yang saat ini dirawat rata-rata masih mengeluhkan kondisi mual-mual.
Satgas MBG Jember juga telah menginstruksikan kepada Kepala Puskesmas untuk melakukan screening ketat secara langsung ke rumah-rumah keluarga yang mengonsumsi menu MBG kemarin.
Pihak puskesmas juga dilarang memulangkan pasien jika kondisi kesehatannya belum benar-benar pulih total. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


