Pekerja Konstruksi Kota Batu Dibekali Sertifikasi, Siapkan SDM Andal
Demi memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor jasa konstruksi dengan memfasilitasi sertifikasi kompetensi bagi para pekerja. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), program tersebut digelar bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan U
BATU – Demi memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor jasa konstruksi dengan memfasilitasi sertifikasi kompetensi bagi para pekerja. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), program tersebut digelar bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Jasa Konstruksi di Balai Kota Among Tani, Kamis (16/7/2026).
Program yang dikemas dalam Bimbingan Teknis dan Fasilitasi Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) ini menjadi langkah pemerintah daerah untuk meningkatkan profesionalisme tenaga konstruksi sekaligus memastikan pembangunan infrastruktur di Kota Batu ditangani oleh pekerja yang memiliki standar kompetensi nasional.
Kepala Disperkim Kota Batu, Arief A’s Siddiq, mengatakan sertifikasi bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif, tetapi merupakan bentuk pengakuan resmi terhadap kemampuan tenaga kerja di bidang konstruksi.
"SKK menjadi bukti bahwa tenaga kerja memiliki kompetensi sesuai standar yang ditetapkan. Dengan begitu, kualitas pekerjaan, aspek keselamatan kerja, hingga tertib penyelenggaraan jasa konstruksi dapat semakin terjamin," ujarnya.
Dia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi serta Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2021 yang mewajibkan tenaga kerja konstruksi memiliki kompetensi sesuai bidang pekerjaannya.
"Melalui kegiatan ini, peserta dibekali pemahaman mengenai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sebelum mengikuti proses asesmen untuk memperoleh sertifikat resmi," bebernya.
Pemerintah berharap sertifikasi menjadi awal bagi para pekerja untuk terus meningkatkan kemampuan, bukan sekadar memenuhi syarat mengikuti proyek.
"Kami ingin para peserta menjadikan kompetensi sebagai budaya kerja. Standar mutu, keselamatan, dan etika profesi harus diterapkan dalam setiap pelaksanaan pekerjaan sehingga tenaga konstruksi Kota Batu mampu bersaing hingga tingkat nasional," katanya.
Sebanyak 29 peserta dinyatakan lolos tahap verifikasi dan mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai tenaga kerja konstruksi aktif, pelaku usaha jasa konstruksi, hingga lulusan SMA, SMK, dan perguruan tinggi yang berdomisili di Kota Batu. Seluruh peserta berkomitmen mengikuti proses sertifikasi dengan menanggung biaya ujian secara mandiri.
"Dalam pelaksanaannya, tersedia sembilan skema jabatan kerja yang dapat dipilih peserta, di antaranya bidang pelaksana maupun pengawas pekerjaan gedung, jalan, serta saluran irigasi dengan berbagai jenjang kualifikasi. Selain meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal, fasilitasi sertifikasi ini juga diharapkan mampu mendukung terciptanya proyek pembangunan yang lebih berkualitas, aman, dan minim risiko kegagalan," tutupnya.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


