Jalan Hasanudin Ditutup, Revitalisasi Simpang Empat Patih Kota Batu Dimulai
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kota Batu, Eko Setiawan menjelaskan perubahan konstruksi tersebut dipilih karena dinilai lebih kuat menghadapi beban kendaraan berat yang setiap hari melintasi ruas tersebut.
BATU – Untuk mendukung pengerjaan revitalisasi di kawasan Simpang Empat Patih, Pemkot Batu melakukan penutupan di Jalan Hasanudin sejak Rabu (22/7/2026). Hal itu dilakukan untuk mempercepat pekerjaan awal yaitu mengganti struktur perkerasan jalan dari aspal menjadi beton.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kota Batu, Eko Setiawan menjelaskan perubahan konstruksi tersebut dipilih karena dinilai lebih kuat menghadapi beban kendaraan berat yang setiap hari melintasi ruas tersebut.
"Jalan Hasanudin akan kami ubah dari perkerasan aspal menjadi beton agar lebih awet. Selama ini biaya pemeliharaan cukup tinggi karena kondisi jalan cepat mengalami kerusakan akibat beban kendaraan," katanya.
Tahap awal pekerjaan difokuskan pada ruas dari Simpang Empat Patih hingga depan Indomaret dengan panjang penanganan sekitar 120 meter.
"Proyek preservasi jalan tersebut menjadi bagian dari program strategis DPUPR Kota Batu tahun 2026 dengan nilai anggaran lebih dari Rp6 miliar," ungkapnya.
Eko menambahkan, pelaksanaan proyek diperkirakan memakan waktu sekitar 60 hari. Waktu tersebut meliputi pembongkaran jalan lama, pekerjaan struktur dan pembesian, hingga proses perawatan beton yang membutuhkan waktu sekitar 28 sampai 30 hari sebelum dapat dilalui kendaraan.
"Prosesnya tidak hanya pengecoran. Ada tahapan pembongkaran, pemasangan tulangan besi, kemudian beton harus melalui masa curing hampir satu bulan sehingga keseluruhan pekerjaan diperkirakan sekitar 60 hari," ujarnya.
Selain memperkuat konstruksi jalan, pemerintah juga melakukan penataan kawasan Simpang Empat Patih. Area persimpangan akan diperlebar sekitar 40 persen sebagai persiapan pembangunan bundaran yang dirancang menjadi solusi mengurangi kemacetan di titik tersebut.
"Tahun ini kami fokus menyiapkan lahannya terlebih dahulu melalui pelebaran dan pembangunan konstruksi beton. Rencana pembangunan bundaran akan dilanjutkan setelah kajian dan dukungan anggaran tersedia," jelas dia.
Ia menambahkan, pembangunan bundaran masih menunggu koordinasi lebih lanjut dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur karena berkaitan dengan penanganan ruas jalan yang saling terhubung. Sementara itu, Dinas Perhubungan Kota Batu telah menerapkan rekayasa lalu lintas dan mengimbau masyarakat maupun wisatawan menggunakan jalur alternatif selama proyek berlangsung.
"Penutupan ruas Jalan Hasanudin dijadwalkan berlaku hingga 31 Oktober 2026, namun pelaksanaannya akan dievaluasi secara berkala menyesuaikan perkembangan pekerjaan di lapangan," tuturnya.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


