Advertisement
Peristiwa

Diduga Keracunan MBG, 31 Santri dan Guru di Garut Dilarikan ke Puskesmas

Polisi bersama instansi terkait telah mengamankan sampel makanan untuk diuji di laboratorium. Petugas di lapangan juga tengah mengumpulkan keterangan dari pihak penyalur makanan guna memastikan penyebab pasti insiden ini.

TIMES Indonesia,
Diduga Keracunan MBG, 31 Santri dan Guru di Garut Dilarikan ke Puskesmas
Korban keracunan MBG Pesantren Al Mansuriah dilarikan ke Puskesmas Cibatu Garut sejak Rabu, (22/7/2026) siang (Foto: Istimewa)
A-AA+

GARUT Sebanyak 31 orang santri dan guru Pondok Pesantren Al Mansuriah di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (21/7/2026).

Seluruh korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Cibatu.

Advertisement

Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, mengonfirmasi peningkatan jumlah pasien secara bertahap sejak Selasa siang.

Gejala awal dilaporkan oleh tiga orang sekitar pukul 13.00 WIB, sebelum bertambah menjadi 23 orang pada pukul 15.00 WIB, hingga mencapai total 31 orang pada Rabu malam.

"Hari ini kami memonitor terkait dengan kejadian keracunan. Seluruh korban dipusatkan di Puskesmas Cibatu agar kondisi kesehatannya dapat dipantau secara intensif," ujar Nurdin, Rabu (22/7/2026) malam.

Para korban dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, diare, pusing, dan sakit perut beberapa jam setelah menyantap hidangan berupa nasi putih, telur bumbu rendang, tempe asam manis, sayur sop, dan susu.

Salah seorang korban, Widia, mengaku tidak menemukan kejanggalan atau aroma aneh saat mengonsumsi makanan tersebut.

Advertisement

Secara terpisah, Kasi Humas Polres Garut Inspektur Dua Susilo Adhi menyatakan pihak kepolisian bersama instansi terkait telah mengamankan sampel makanan untuk diuji di laboratorium.

Petugas di lapangan juga tengah mengumpulkan keterangan dari pihak penyalur makanan guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

Hingga saat ini, tidak ada laporan korban meninggal dunia.

Namun Pemerintah Kabupaten Garut dan tenaga kesehatan masih melanjutkan pendataan terhadap warga atau penerima manfaat lain yang berpotensi mengalami gejala serupa. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Adis Cahyana
PenulisAdis CahyanaPenulis dan pengamat kebijakan publik. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2025. Meliput berbagai topik, termasuk isu sosial,politik, hukum dan kriminal, Birokrasi, Seni budaya dan kuliner.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia