Advertisement
Politik

Politik Identitas Masih Dominan di Sumatera Selatan

Politik identitas diperkirakan masih tinggi di Sumatera Selatan terutama Pilkada Gubernur Sumatera Selatan. Politik idintitas di Sumsel lebih cenderung mengarah pada kesukuan.

TIMES Indonesia,
Politik Identitas Masih Dominan di Sumatera Selatan
ILUSTRASI: Pilkada. (Grafis: TIMES Indonesia)
A-AA+

JAKARTA Politik identitas diperkirakan masih tinggi di Sumatera Selatan terutama Pilkada Gubernur Sumatera Selatan. Politik idintitas di Sumsel lebih cenderung mengarah pada kesukuan. Walaupun secara kasat mata tak terkentara, politik identitas sangat terasa dari belahan dukungan kandidat yang maju.

Berdasarkan data yang dihimpun Litbang TIMES Indonesia (LTI) di Sumatera Selatan, di era pilkada langsung sejak tahun 2008 lalu, ada tiga besar suku yang mendominasi perpolitikan yakni Komering, Musi dan Besemah.  Pilkada Gubernur Sumsel 2008 kemenangan Alex Noerdin dari petahana Syahrial Oesman sangat terlihat sebaran suara berasal dari latar belakang kesukuan para kandidat.

Advertisement

Alex Noerdin yang berasal dari trah Musi - Besemah mampu mendulang suara yang besar di basis tersebut Musi Banyuasin, Banyuasin, Musi Rawas, Lahat, Empat Lawang, Pagar Alam.

Sedangkan Syahrial Oesman yang berasal dari Komering juga mampu mendulang suara dibasisnya yakni Komering Raya diantaranya Kabupaten OKU Induk, OKU Timur, OKU Selatan, Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir.

Pada Pilkada 2013 juga terlihat jelas pembelahan politik identitas kesukuan yakni persaingan antara Musi - Besemah dengan Komering. 

Musi - Besemah diwakili oleh sang petahanan Alex Noerdin sedangkan Komering Herman Deru sebagai kandidat kuatnya. Alex Noedin berhasil mempertahankan hegemoninya di Pilkada 2013 lalu walaupun sempat ada pemungutan suara ulang.

Pada Pilgub 2017 ini kandidat yang potensial yang muncul dari tiga suku ini diantaranya Herman Deru Ogan Komering Ulu (OKU) Raya yang yang terdiri dari Kabupaten OKU Induk, OKU Timur dan OKU Selatan menjadi basis utamanya.

Advertisement

Selanjutnya ada H Ishak Mekki juga masih beririsan dengan suku Komering hanya saja di wilayah hilir yakni Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir. Sementara Dodi Reza Alex wilayah Musi jadi basis utamanya yakni Musi Banyuasin, Banyuasin, Kabupaten PALI dan Musi Rawas.

Secara trah keturunan Dodi  Reza Alex, yakni kakeknya Noerdin Pandji juga berasal dari Suku Besemah dataran tinggi Gunung Dempo dan sekitarnya meliputi Pagar Alam, Lahat dan Empat Lawang. Maka tidak heran jika pada Pilgub 2013 lalu Alex Noerdin dukungan suara besar dari Musi dan Besemah.

Namun pada pilkada 2017 ini muncul tokoh Besemah yakni Aswari Rivai Ketua DPD Gerindra Sumsel Bupati Lahat, secara basis dukung jelas wilayah dataran tinggi Dempo sekitarnya menjadi lumbungnya, namun apakah akan menjadi Cagub atau hanya sekedar cawagub masih belum ada keputusan.

Pengamat Politik yang juga Rektor Universitas Taman Siswa Palembang Joko Siswanto mengatakan politik identitas diprediksi masih akan dominan di Sumatera Selatan terutama terkait dengan basis dukungan kesukuan kandidat.

"Jika dilihat dari kandidat, ketiga suku yakni Musi,  Besemah dan Komering pertarungan politik masih terlihat jelas,"ujarnya di acara Diskusi Politik Rembug Pilkada Sumsel.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Pengamat Politik LIPI Prof. Siti Zuhro. Politik Identitas ini belakangan jadi tren pilkada langsung di Indonesia termasuk terakhir di DKI Jakarta. "Di Amerikapun yang jadi bapaknya negara demokrasi belakangan politik identitas sangat kencang bahkan rasis,"katanya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Fuad Kurniawan
PenulisFuad Kurniawan Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia