Advertisement
Politik

Pengamat: Konsep Kampanye Akbar Prabowo seperti Gerakan 212

Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin menyebut, konsep kampanye akbar yang diselenggarakan kubu Prabowo di stadion Gelora Bung Karno (GBK) pagi tadi, Minggu (7/4/2019) layaknya seperti gerakan 212.

TIMES Indonesia,
Pengamat: Konsep Kampanye Akbar Prabowo seperti Gerakan 212
Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin. (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)
A-AA+

JAKARTA Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin menyebut, konsep kampanye akbar yang diselenggarakan kubu Prabowo di stadion Gelora Bung Karno (GBK) pagi tadi, Minggu (7/4/2019) layaknya seperti gerakan 212.

"Karena sejak malam sudah ada yang menginap, subuh berjamaah, doa bersama, dan lain-lain," kata Ujang kepada TIMES Indonesia, Minggu (7/4/2019).

Advertisement

"Dan konsep kampanye kan sudah seperti konsep gerakan 212," sambungnya.

Menurut Ujang, Indonesia merupakan bangsa yang heterogen. Oleh karenanya, kampanye haruslah bersifat inklusif (baca: terbuka).

Hal yang sama juga sebelumnya diungkapkan oleh Ketum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Di mana SBY memandang kampanye akbar Prabowo-Sandi itu bersifat ekslusif.

"Sejatinya kan kampanye Prabowo diikuti oleh semua komponen pendukungnya. Termasuk pendukung non-muslim. Nah kampanye Prabowo dianggap ekslusif, karena kesannya didominasi oleh kalangan Islam," jelas Ujang.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan jika seluruh komponen bangsa harus diajak dalam politik. Sebab, konstruksi bangsa Indonesia adalah majemuk.

Advertisement

"Termasuk diajak dalam kampanye. Jangan jadikan agama jadi alat legitimasi politik. Jadikan agama sebagai rahmat, rahmat bagi seluruh alam," tandas Ujang menanggapi kampanye akbar Prabowo yang bisa dibilang mirip gerakan 212(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rahmi Yati Abrar
PenulisRahmi Yati Abrar Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia