Advertisement
Politik

Ini Capaian Ipong-Soedjarno Selama Lima Tahun Memimpin Ponorogo

Pasangan Bupati Ipong Muchlissoni dan Wakil Bupati Soedjarno telah lima tahun memimpin Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Ada beberapa catatan keberhasilan selama duet ini memimpin Ponorogo.

TIMES Indonesia,
Ini Capaian Ipong-Soedjarno Selama Lima Tahun Memimpin Ponorogo
Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni dan Wakil Bupati Soedjarno. (Foto: Humas Pemkab/TIMES Indonesia)
A-AA+

PONOROGO Pasangan Bupati Ipong Muchlissoni dan Wakil Bupati Soedjarno telah lima tahun memimpin Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Ada beberapa catatan keberhasilan selama duet ini memimpin Ponorogo..

Pembangunan infrastruktur cobtohnya. Selama lima tahun, duet Ipong-Soedjarno membangun jalan kabupaten sepanjang 572,35 kolometer. Jalan  yang awalnya rusak parah kini kondisinya sudah baik.

Advertisement

"Awal kepemimpinan saya jalan kabupaten yang dalam kondisi baik 490,1 kilometer, sedangkan jalan yang rusak berat mencapai 74,8 persen, membenahi infrastruktur itu butuh waktu," kata Ipong kepada TIMES Indonesia Rabu (26/8/2020).

Bupati-Ponorogo-Ipong-Muchlissoni-b.jpg

Menurut Ipong, perbaikan infrastruktur harus memadai untuk menyokong produktivitas serta meningkatkan kemajuan wilayah agar masyarakat sejahtera.

"Dan selama lima tahun saya memimpin Ponorogo bersama pak Djarno, perbaikan jalan menjadi prioritas dan itu juga atas permintaan masyarakat, jadi setiap tahun anggaran banyak dialokasikan untuk perbaikan jalan," sebutnya.

Saat ini, kata Ipong, jalan poros desa sepanjang  380 kilometer kondisinya sudah baik dan sudah mecapai 57 persen dari total panjang jalan poros desa di Ponorogo yang mencapai 668 kilometer.

Advertisement

Tidak hanya memperbaiki jalan poros desa saja, bupati Ipong juga terus berupaya memacu produktivitas di sektor pertanian dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastrukturnya.

Selain itu capaian kepemimpinan bupati Ipong Michlissoni juga ditunjukkan dengan peningkatan kualitas hidup warga Ponorogo melalui program rumah tidak layak huni (RTLH).

Bupati-Ponorogo-Ipong-Muchlissoni-c.jpg

"Peningkatan akses masyarakat terhadap permukiman sehat juga menjadi sasaran kita, mulai perbaikan sanitasi rumah hingga penyediaan dan pembangunan sarana air bersih," paparnya.

Lima tahun terakhir di Ponorogo jumlah rumah yang berstatus layak huni menjadi 285.606 unit, dan jumlah rumah tangga dengan sanitasi yang layak berjumlah 270.437 unit.

"Ini sudah menunjukkan  prosentase kenaikan yang signifikan dibanding sebelumnya," jelas Ipong.

Pasangan Bupati Ipong Muchlissoni dan Wakil Bupati Sodjarno juga berhasil menyelesaikan pembangunan gedung Sentra Industri UMKM dan membangun kembali Pasar Legi.

Pada bidang pendidikan Pemkab ponorogo telah melaksanakan berbagai terobosan baru untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia(SDM) tujuannya agar putra putri Ponorogo mampu mengenyam pendidikan secara adil termasuk memberikan perhatian kepada guru.

"Guru dan siswa harus mendapat perhatian lebih dari pemerintah," kata Ipong.

Kini sejumlah 8.234 guru baik dari madrasah diniyah, guru swasta, dan guru pendidikan anak usia dini (PAUD) mendapat insentif tahunan sebesar Rp 1,2 juta.

"Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan guru madrasah, guru swasta, dan guru PAUD,"  kata Ipong.

Ponorogo yang dipimpin Bupati Ipong dan Wakil Bupati Soedjarno, juga menerbitkan surat perintah tugas (SPT) kepada guru tidak tetap (GTT) sebagai persyaratan menempuh sertifikasi.

"Guru-guru di Ponorogo juga harus ditingkatkan kompetensinya melalui program sharing dengan pemerintah pusat," imbuh Ipong.

Atas pehatianya  terhadap dunia pendidikan di Ponorogo, Bupati Ipong Muchlissoni menjadi satu-satunya di Jawa Timur yang mendapat penghargaan Dwija Praja Nugraha oleh Pengurus Pusat Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Selain itu, Ipong-oedjarno juga memperhatikan sektor kesehatan, dengan  meningkatkan kualitas pelayanan mulai dari Puskesmas rawat inap diseluruh kecamatan, peningkatan Puskesmas pembantu di tiap desa dan kelurahan hingga perekrutan tenaga dokter.

Dalam pengelolaan keuangan pemerintahan Pemkab Ponorogo mendapat predikat WTP sebanyak 4 kali berturut-turut. Di bidang pelayanan publik, Ombudsmen RI juga menganugerahkan kepada Ponorogo sebagai Kabupaten yang berpredikat kepatutan tinggi terhadap standar pelayanan publik.

"Kita patut berbangga atas prestasi dan penghargaan itu, namun tidak boleh terlena dan cepat berpuas diri. Untuk itu kami akan terus berjuang untuk mewujudkan Ponorogo yang lebih maju, berbudaya dan religius sesuai visi misi kami," kata Bupati Ponorogo Ipong Michlissoni. (adv)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M. Marhaban
PenulisM. MarhabanSekolah Tinggi Publisistik (STP) Jakarta, KLW PWI Jawa Timur 1999. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019, meliput berbagai topik, termasuk Politik, Hukum, Olahraga, Budaya, dan Pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia