Cabup Bandung Dadang Supriatna: Perlu Political Will Tuntaskan Banjir Bandung

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Calon Bupati Bandung nomor urut 3 HM Dadang Supriatna menyatakan perlu ada politicall will (kemauan politik) dari Pemkab Bandung dalam upaya menuntaskan persoalan banjir di Kabupaten Bandung. Sebab menurutnya, persoalan banjir tidak bisa dituntaskan oleh Kabupaten Bandung sendiri, melainkan perlu sinergi bersama Pemprov Jawa Barat dan pemerintah pusat.
Cabup Bandung yang berpasangan dengan Cawabup Sahrul Gunawan ini mengaku greget dengan kondisi Kabupaten Bandung yang tidak pernah selesai dalam persoalan banjir. padahal intinya sederhana, kata Dadang, yakni komunikasi.
Advertisement
"Menurut saya, Rancaekek dan sekitarnya serta Kabupaten Bandung pada umumnya tidak akan beres masalah banjir kalau tidak ada political will, keinginan politik dari Pemda Kabupaten Bandung untuk menyelesaikannya. Dan saya siap melaksanakan political will tersebut jika saya terpilih menjad Bupati Bandung," tandas Dadang saat silaturahmi bersama warga Komplek Pesona Rancaekek Indah, Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Rabu (11/11/20).
Kang DS, sapaan Dadang Supriatna mengungkapkan, saat ini sedang mengerahkan backhoe untuk pengerukan anak-anak Sungai Citarum yang melintas di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung seperti Sungai Cikeruh di Desa Bojongloa dan Sungai Cimande di Desa Haurpugur, guna menekan banjir yang melanda Rancaekek di musim hujan.
"Padahal di Pemkab Bandung sendiri punya alat berat backhoe itu. Memang pengerukan sungai itu tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), tapi tidak usah saling lempar tanggung jawablah. Kalau memang warga perlu dibantu menginginkan sungai dikeruk, ya kita bantu selama kita masih bisa," ungkap Kang DS.
BACA JUGA : Warga Minta Sungai Dikeruk, Cabup Bandung Dadang Supriatna Langsung Terjunkan Backhoe
Cabup Bandung yang diusung PKB, Nasdem, Demokrat dan PKS ini lantas menceritakan pengalamannya tahun 1996, saat dirinya masih menjabar Kepala Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang. Waktu itu banjir besar melanda wilayah Kabupaten Bandung termasuk di Bojonsoang.
"Saya komunikaskan kondisi bajir besar di Kabupaten Bandung pada waktu itu, dengan orang-orang di pemerintah pusat, sampai ke Presiden RI. Alhamdulillah, akhirnya hasilnya selama 20 tahun tidak lagi banjir. Cuma setelah 20 tahun, banjir lagi Kabupaten Bandung itu," tuturnya.
Kuncinya sederhana dalam persoalan banjir ini, kata Kang DS. "Kuncinya adalah ngobrol, komunikasi. Kita harus pendekatan ke Pemprov Jabar, pendekatan ke pemerintah pusat dan pendekatan ke para anggota DPR RI terutama yang berasal dari Kabupaten Bandung atau Dapil Jawa Barat. Kabupaten Bandung saja sekarang punya 10 anggota DPR RI di Senayan dan 10 anggota DPRD Jawa Barat," paparnya.
"Tapi selama ini memang mereka jarang diajak ngobrol oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung untuk bersama-sama membangun Kabupaten Bandung. Padahal dalam membangun Kabupaten Bandung ini kan perlu kolaborasi dengan semua pihak," imbuhnya.
Karena itu, kata Kang DS, dirinya merasa harus mencalonkan diri sebagai Bupati Bandung untuk bisa meminimalisir persoalan banjir yang selama ini jadi langganan Kabupaten Bandung.
"Saya berani mencalonkan diri sebaga Bupati Bandung karena tidak ada yang mau melakukan perubahan di Kabupaten Bandung. Saya sendiri rela berkorban melepaskan jabatan saya sebagai anggota DPRD Jawa Barat demi perubahan di Kabupaten Bandung dan saya siap menjadi pelayan bagi masyarakat Kabupaten Bandung," tandasnya.
Kalau sekarang tidak ada yang berani melakukan perubahan ya, siapa lagi? kata dia. "Insya Allah, saya bersama Sahrul Gunawan siap melakukan perubahan ke arah yang lebih baik di Kabupaten Bandung," tandas Dadang Supriatna. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Publisher | : Sofyan Saqi Futaki |