Advertisement
Politik

Sekjen Barisan Gus dan Santri Minta AHY Pecat Rachlan Nasidik

Cuitan politikus Partai Demokrat Rachlan Nasidik di Twitter pada Rabu (17/2/2021) menuai kontroversi dan kecaman kalangan santri. Pasalnya, Rachlan menyebut pembangunan makam Gus Dur memakai uang negara.

TIMES Indonesia,
Sekjen Barisan Gus dan Santri Minta AHY Pecat Rachlan Nasidik
Sekjen Baguss (Barisan Gus dan Santri) Yusub Hidayat. (foto: Dok.TIMES Indonesia)
A-AA+

SURABAYA Cuitan politikus Partai Demokrat Rachlan Nasidik di Twitter pada Rabu (17/2/2021) menuai kontroversi dan kecaman kalangan santri. Pasalnya, Rachlan menyebut pembangunan makam Gus Dur memakai uang negara. Hal itu ia utarakan saat membandingkan polemik dana APBD dari pemerintah provinsi yang digelontorkan untuk membangun Museum SBY-ANI di Kabupaten Pacitan. 

Sekjen Baguss (Barisan Gus dan Santri) Yusub Hidayat melihat pernyataan Rachlan Nasidik tidak mencerminkan sikap seorang negarawan dan politisi yang semestinya bisa menghargai pejuang dan para pendahulu. 

Advertisement

"Bahwa Gus Dur ini adalah milik semua umat, khususnya di Indonesia. Beliau ini mantan presiden, mantan Ketua Umum PBNU dan cucu dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU)," tegas Yusub di Surabaya, Sabtu (20/2/2021). 

Pihaknya mengaku merasa terusik dengan pernyataan Rachlan Nasidik yang menganggap bahwa pemakaman Gus Dur dan pembangunan di makam Gus Dur dibiayai oleh pemerintah. 

"Saya sangat menyesalkan pernyataan cuitan Rachlan Nasidik di Twitter," tandasnya. 

Yusub menilai Rachlan Nasidik tidak pantas untuk menjadi negarawan dan politikus. Dia juga meminta agar Rachlan segera membuat permintaan maaf kepada keluarga besar Bani Hasyim khususnya keluarga besar Pondok Pesantren Tebuireng dan keluarga besar KH Abdurrahman Wahid. 

Sekjen Baguss juga meminta agar Rachlan segera membuat pernyataan permintaan maaf kepada warga NU dan semua umat Islam yang ada di Indonesia. 

Advertisement

"Ketiga, saya minta kepada saudara AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) selaku Ketua Umum Demokrat untuk segera memecat Rachlan Nasidik dari keanggotaan aktif Partai Demokrat," ucap Sekjen Barisan Gus dan Santri Yusub Hidayat.(*) 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Lely Yuana
PenulisLely YuanaPernah menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (AWS). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 8 September 2017. Meliput berbagai topik, termasuk politik, birokrasi, hukum, gaya hidup, seni dan budaya, serta isu sosial.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia