Advertisement
Politik

Pemilu 2019 yang Memakan Ratusan Korban Menjadi Pelajaran Penting Bersama

Pelajaran penting dari Pemilu 2019 lalu harus menjadi alarm bagi semua elemen. ...

TIMES Indonesia,
Pemilu 2019 yang Memakan Ratusan Korban Menjadi Pelajaran Penting Bersama
Ilustrasi - Pemilu 2019. (FOTO: Antara)
A-AA+

JAKARTA Pelajaran penting dari Pemilu 2019 lalu harus menjadi alarm bagi semua elemen. Khususnya bagi pemangku kebijakan. Dari data resmi, total ada 894 petugas yang meninggal dunia dan 5.175 petugas mengalami sakit.

Disinyalir kuat, beban kerja di Pemilu 2019 cukup besar sehingga menjadi salah satu faktor banyak petugas yang sakit atau meninggal dunia.

Advertisement

Beberapa mengusulkan, penggunaan e-rekapitulasi untuk membuat proses penghitungan lebih cepat dan tidak membuat petugas kelelahan.

Calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) 2022-2027 Viryan berpandangan, fenomena tersebut adalah dampak dari masalah pemilu di tanah air yang kompleks dan rumit.

"Peristiwa traumatik yang tidak boleh lagi terulang," katanya dalam uji kelayakan dan kepatutan di Komisi II DPR RI Selasa (15/2/2022).

Sebelumnya, mantan Ketua KPU Arief Budiman sebelumnya juga  mengusulkan penggunaan e-rekapitulasi tersebut.

Hal itu dikatakan saat acara Refleksi Hasil Penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019 dan Persiapan Penyelenggaraan Pemilihan Serentak 2020 di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Rabu (22/1/2020) lalu.

Advertisement

"Beban kerja yang kemarin berat di Pemilu 2019, kita usulkan dan sedang on going proses penggunaan e-rekapitulasi," katanya.

Selain itu, ia juga ingin ada salinan untuk peserta dalam bentuk digital. Hal itu dilakukan untuk membuat proses pemilu menjadi ramah lingkungan.

"Untuk jangka panjang 2024 kita juga menyusulkan salinan dalam bentuk digital. Jadi kita enggak membutuhkan kertas yang banyak itu," ujarnya soal Pemilu. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Ramli
PenulisMoh RamliPasca Sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (2023). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia