Advertisement
Politik

Hadiri Gelaran Reog Ponorogo di Hari Lahir Pancasila, Ini Kata Anggota DPRD Jatim Diana Sasa

Pancasila adalah falsafah negara yang nilainya universal. Hal itu diungkapkan oleh Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim,  Diana Amaliah Verawatiningasih (Diana Sasa) ...

TIMES Indonesia,
Hadiri Gelaran Reog Ponorogo di Hari Lahir Pancasila, Ini Kata Anggota DPRD Jatim Diana Sasa
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Diana Amaliah Verawatiningasih (Diana Sasa) saat menghadiri Gelar Budaya Reog Ponorogo pada momentum hari lahir Pancasila 1 Juni 2022. (FOTO: Aditya Candra/TIMES Indonesia)
A-AA+

MAGETAN Pancasila adalah falsafah negara yang nilainya universal. Hal itu diungkapkan oleh Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim,  Diana Amaliah Verawatiningsih (Diana Sasa) saat memomentum Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2022.

"Salah satu dari unsur Pancasila adalah menghargai perbedaan dan keragaman, baik adat istiadat ataupun seni budaya, suku dan sebagainya," ujar Diana Sasa saat  hadir di Gelar Budaya Reog Ponorogo bersama Badan Kebudayaan Nasional (BKN) di Wisma Perjuangan, Kecamatan Sukomoro, Magetan, Jawa Timur, Rabu (1/6/2022).

Advertisement

Diana menjelaskan, salah satu keragaman budaya ialah Reog Ponorogo yang bisa masuk ke berbagai daerah bahkan diluar negeri pun ada.

menghadiri-Gelar-Budaya-Reog-Ponorogo-2.jpg
Pertunjukan Gelar Budaya Reog Ponorogo. (FOTO: Aditya Candra/TIMES Indonesia)

"Reog Ponorogo tidak hanya ada di daerah Jawa saja, ada juga di luar jawa seperti di Kalimantan serta di berbagai tempat lainnya. Di luar negeri pun juga ada seperti di Malaysia yang dibawa oleh perantau asal Indonesia," terangnya.

Diana Sasa melanjutkan, dirinya memiliki keyakinan bahwa Pancasila merupakan Ideologi yang tidak hanya cocok di Indonesia saja. Serta di masa depan Indonesia bisa menjadi pusat peradaban maka jika ada pihak-pihak yang tidak setuju terhadap Pancasila maka itu sebuah kemunduran.

menghadiri-Gelar-Budaya-Reog-Ponorogo-3.jpg
Masyarakat saat mengantri bakso, gulali dan es tong yang bisa didapatkan secara gratis. (FOTO: Aditya Candra/TIMES Indonesia)

"Kenapa saya bilang Indonesia bisa menjadi pusat peradaban, karena contoh - contoh prikehidupan berbangsa dan bernegaranya saling menghargai dan saling memghormati, berketuhanan, mengedepankan musyawarah, dan berkeadilan. Itu semua sudah tercermin di dalam pancasila," tuturnya.

Selain itu, pada acara Gelar Budaya Reog Ponorogo bersama Badan Kebudayaan Nasional (BKN) di Wisma Perjuangan, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Diana Sasa yang merupakan Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur juga memberikan secara gratis bakso, gulali dan es tong yang bisa dinikmati masyarakat yang hadir pada acara tersebut.

"Karena ini pesta rakyat saya igin bergembira dan saya membagikan apa yang bisa dinikmati bersama, berbagi rezeki ajalah," kata Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD JatimDiana Sasa di momen Hari Lahir Pancasila. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia