Politik

Anies Baswedan dan AHY, Lawan Jadi Kawan Bahkan Mungkin Berpasangan

Jumat, 07 Oktober 2022 - 21:34 | 27.47k
Anies Baswedan dan AHY, Lawan Jadi Kawan Bahkan Mungkin Berpasangan
Anies Baswedan dan AHY di DPP Partai Demokrat usai memberikan keterangan persnya. (FOTO: Fahmi/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Jakarta-Dalam dunia perpolitikan Indonesia, istilah lawan menjadi kawan atau sebaliknya merupakan hal yang kerap terjadi di Indonesia. Salah satu contohnya, Anies Baswedan yang telah diusung oleh partai NasDem sebagai Calon Presiden telah menunjukkan sinyal akan berkoalisi dengan partai Demokrat.

"Kita siap untuk jalan bersama-sama," ucap Anies Baswedan saat memberikan keterangan persnya usai melakukan pertemuan dengan AHY di DPP partai Demokrat pada Jumat (7/10/2022).

Melalui pernyataan ini, Anies Baswedan yang sebelumnya merupakan lawan AHY dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta tahun 2017 lalu, kini menjelang pemilu 2024 mendatang, Anies dan AHY selaku Ketua Umum partai Demokrat akan berjalan beriringan sebagai kawan.

Anies-Baswedan-disambut-oleh-AHY.jpgAnies Baswedan disambut oleh AHY setibanya di DPP Partai Demokrat.  (FOTO: Fahmi/TIMES Indonesia)

Tidak hanya sebagai kawan, kemungkinan Anies Baswedan berpasangan dengan AHY dalam pemilu 2024 pun muncul. Salah satunya muncul relawan gerakan Anies-AHY yang menginginkan Anies Baswedan berpasangan dengan Ketua Umum partai yang berlogo bintang mercy ini.

Hadirnya relawan Anies-AHY di DPP partai Demokrat sendiri disambut baik oleh AHY dan juga Gubernur DKI Jakarta yang akan habis masa jabatannya dalam waktu dekat ini.

"Beliau berdua menyambut baik," kata Kepala Badan Komunikasi Strategis (Kabakomstra) DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra kepada wartawan di kantor DPP Demokrat, Jakarta Pusat, Jumat (7/10/2022).

Dalam konferensi persnya pun Anies Baswedan yang mengenakan kemeja biru dengan rompi Jakarta dan juga AHY yang mengenakan kemeja partai Demokrat saling melempar pujian dan dukungan satu sama lainnya.

Anies mengungkapkan bahwa AHY bisa meneruskan nilai-nilai tradisi baik yang telah dibangun oleh Susilo Bambang Yudhoyono saat menjadi Presiden dan memimpin Indonesia selama dua periode.

 

Direktur Eksekutif Polda Indonesia Konsultan, Fajar Arif Budiman. (FOTO: Fahmi/TIMES Indonesia)

"Kami melihat mas AHY meneruskan tradisi itu, yang dibangun dimasa Pak SBY ketika partai Demokrat pada waktu itu menjadi partai yang memberikan peran dominan. Kita ingin agar tradisi itu terus terjaga. Tradisi menjaga demokrasi, menjaga sportivitas, menjaga kesetaraan di dalam semua aspek. Dan itu juga yang kita bahas selama ini," ungkap Anies Baswedan.

Hal senada juga disampaikan AHY yang melihat kinerja Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta yang masih terus bekerja keras di detik-detik berakhirnya masa jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"Saya mengapresiasi Mas Anies sampai dengan masa-masa menjelang akhir jabatannya masih bekerja keras tidak mengenal waktu untuk melayani masyarakat Jakarta. Tadi malam juga kita mengikuti beliau hadir di tengah-tengah warga atas musibah banjir yang sempat ada korban jiwanya. Ini menunjukkan bahwa Mas Anies memiliki leadership in crisis," beber AHY.

"Pemimpin dalam krisis itulah yang dibutuhkan juga dalam membangun bangsa ini kedepan," sambung AHY.

AHY bahkan menjelaskan bahwa sosok Anies Baswedan memiliki visi misi yang sama dengan dirinya yaitu semangat untuk melanjutkan program pemerintah yang baik dan juga semangat melakukan perubahan.

"Oleh karena itu, tidak heran dengan chemistry yang terjadi juga makin kuat karena kami dipertemukan oleh visi misi prinsip dan etika untuk memajukan bangsa ke depan," jelas AHY.

Kebersamaan Anies Baswedan dan AHY

Anies Baswedan dan AHY menjalin komunikasi dan interaksi yang amat panjang bahkan jauh sebelum pilkada 2017, Anies yang masih aktif di Kampus dan AHY yang masih bertugas sebagai TNI.

"Kita berinteraksi sudah amat panjang ketika mas AHY masih berada di tugas TNI, saya berada di kampus, kita sudah berinteraksi," terang Anies.

Anies mengungkapkan karena interaksi yang panjang akhirnya terbangun intimasi dan juga terbangun kepercayaan.

"Ketika ada kepercayaan ada kedekatan, maka perjalanan panjang bisa kita lewati bersama," ungkap Anies.

Sementara itu Direktur Eksekutif Poldata Indonesia Konsultan, Fajar Arif Budiman melihat pasangan Anies Baswedan dan AHY merupakan pasangan yang saling melengkapi.

"Anies dan AHY akan menjadi tokoh yang saling melengkapi jika keduanya jadi berpasangan sebagai pasangan calon dalam pilpres 2024 mendatang," ucap Fajar dalam wawancara kepada TIMES Indonesia, Jumat (7/10/2022).

Fajar menjelaskan, pengalaman Anies Baswedan dan AHY saat kontestasi pilkada 2017 bisa semakin menguatkan satu sama lainnya.

"Karena keduanya baik Anies Baswedan maupun AHY memiliki basis massa yang cenderung berbeda," jelas Fajar.

Yang harus lebih diperhatikan, lanjut Fajar, adalah apakah kedua partai politik (partai NasDem dan partai Demokrat) sudah memiliki chemistry untuk berjuang bersama.

"Karena komentar Pak Andi Arief sebagai Ketua Bapilu partai Demokrat rupanya masih menyiratkan belum sempurnanya koneksi di antara kedua pihak tersebut," tandas Fajar. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

KOPI TIMES