Politik

Presiden RI Jokowi Minta Golkar Tak Sembrono Pilih Capres 2024, Ini Kata Pengamat

Minggu, 23 Oktober 2022 - 12:34 | 32.62k
Presiden RI Jokowi Minta Golkar Tak Sembrono Pilih Capres 2024, Ini Kata Pengamat
Presiden RI Jokowi saat memberikan sambutan dalam Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Golkar di Kemayoran, Jakarta. (FOTO: Setkab RI)

TIMESINDONESIA, JAKARTAPresiden RI Jokowi (Joko Widodo) berharap Golkar tak akan sembrono memilih calon presiden (Capres) yang akan diusungnya di 2024 nanti.

Hal tersebut dikatakan Presiden RI Jokowi saat memberikan sambutan dalam Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Golkar di Kemayoran, Jakarta kemarin.

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga menilai, harapan Presiden RI Jokowi itu tentu sangat normatif. Sebab, untuk memimpin Indonesia diperlukan sosok capres dan cawapres yang mumpung dan berintegritas.

"Kalau capres dan cawapresnya asal pilih, tentu akan sangat berbahaya bagi keutuhan NKRI. Berbahaya juga untuk kelanjutan pembangun di tanah air," katanya kepada TIMES Indonesia dalam keterangan tertulis, Minggu (23/10/2022).

Karena itu, lanjut dia, ungkapan Presiden RI Jokowi itu tidak dimaksudkan untuk menyindir capres yang sudah diusung partai lain.

Seperti yang diketahui, NasDem kemarin sudah resmi mengusung Anies Baswedan sebagai Capres 2024. Sedangkan Gerindra juga sudah sah mengusung Prabowo Subianto.

"Jokowi tentunya tidak akan nyinyir atas pilihan capres dari partai lain. Sebab, bukan kapasitas presiden untuk nyanyi, apalagi mengintervensi capres yang akan diusung partai lain," jelasnya.

Ia memandang, Presiden RI Jokowi menyampaikan hal semata untuk mengingatkan ke Golkar sebagai partai pendukung pemerintah.

"Jokowi ingin Golkar menyiapkan capres dan cawapres yang dapat melanjutkan pembangunan yang sudah dilakukannya," jelasnya.

"Tampaknya Jokowi percaya kepada Golkar untuk melanjutkan pembangunan yang dilakukan. Dengan begitu, sepeninggal Jokòwi nantinya tidak ada pembangunan yang mangkat hanya karena tidak sejalan dengannya," ujarnya.

Diketahui, Jumat (21/10/2022) kemarin Presiden RI Jokowi hadir dan memberikan sambutan dalam Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Golkar di Kemayoran, Jakarta.

"Saya ingin menyampaikan selamat ulang tahun yang ke-58 kepada seluruh keluarga besar Partai Golkar," katanya dalam sambutannya.

Kepala Negara mengatakan, Golkar adalah partai yang sudah matang. Oleh karenanya, ia pun yakin partai yang dinakhodai oleh Airlangga Hartarto itu tak akan asal memilih Capres untuk 2024 nanti.

"Saya yakin Golkar akan dengan cermat, dengan teliti akan dengan hati-hati, tidak sembrono dalam mendeklarasikan calon presiden dan calon wakil presiden 2024," kata suami Iriana tersebut.

Ia pun menyarankan agar Golkar memilih calon presiden yang punyak jam terbang yang tinggi. Apalagi lanjut dia, situasi dunia yang saat ini penuh dengan ketidakpastian.

Presiden Jokowi pun memberikan contoh saat ini banyak negara yang mengalami krisis dan menjadi 'pasien' Dana Moneter Internasional atau IMF.

"Sekarang yang sudah masuk pasien IMF itu ada 14 negara. Sudah masuk jadi pasien. Dan 28 negara lagi sudah antre di depan pintunya IMF. Diperkirakan akan muncul angka nanti 66 negara. Oleh sebab itu, betul-betul pemimpin ke depan ini harus kita pilih yang memiliki jam terbang yang tinggi," jelasnya.

"Dalam pembangunan sebuah negara penting sekali yang namanya stabilitas politik. Kita juga butuh stabilitas keamanan. Apalagi dalam situasi dunia yang sulit, sulit dihitung, sulit dikalkulasi, sulit diprediksi," ujarnya.

Sudah Punya Calon

Sementara itu, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan, dengan partai koalisi yakni PAN dan PPP, pihaknya sudah memiliki calon presiden yang nantinya akan dideklarasikan.

"Partai Golkar bersama dengan PAN, PPP, sudah punyak tiket, Pak Presiden, untuk mencalonkan presiden dan wapres tahun 2024," katanya.

"Tiketnya kalau nonton bola, tiket premium, Pak Presiden. Di atas batas minimal. Tapi kalau dibantu oleh teman-teman ketua umum yang ada di depan, tiket premium ini berubah jadi VIP, Pak Presiden," jelasnya lagi.

Ia pun menyampaikan, pihaknya sangat terbuka jika ada partai politik yang ingin berkoalisi.

Selain itu, ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI Jokowi karena memberikan kesempatan kepada ketua umum parpol di KIB tetap masuk di Kabinet Indonesia Maju. "KIB berterima kasih ketumnya disuruh magang di kabinet bapak. Jadi kalau pendidikan ini namanya pendidikan vokasi Pak. KIB ingin utamanya politik yang menyatukan bukan politik yang memecah belah bangsa," ujar Ketum Golkar ini. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

KOPI TIMES