Politik Bursa Capres 2024

Wacana Ganjar Pranowo-Andika Perkasa Menguat, Relawan di Jatim Pacu Konsolidasi 

Senin, 24 Oktober 2022 - 19:49 | 31.65k
Wacana Ganjar Pranowo-Andika Perkasa Menguat, Relawan di Jatim Pacu Konsolidasi 
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.(Dok.TIMES Indonesia)
FOKUS

Bursa Capres 2024

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Wacana duet antara Ganjar Pranowo dan Jenderal Andika Perkasa mulai muncul ke permukaan. Bahkan Relawan Pendekar Indonesia di Jatim sebagai salah satu lumbung suara terbesar siap beraksi mengatur strategi pemenangan jika keduanya berpasangan di bursa Pilpres 2024 mendatang.

Relawan Pendukung Andika Perkasa untuk Indonesia (Pendekar Indonesia) dalam sebuah acara Bincang Tokoh : Mengapa Mereka Mengasihi Ganjar Pranowo dan Mencintai Andika Perkasa mengungkapkan sejumlah harapan besar duet kedua pesohor tersebut. 

duet-antara-Ganjar-Pranowo-dan-Jenderal-Andika-b.jpg

Ketua Umum Koordinator Pendekar Indonesia, Dr. Hendrawan Saragi mengatakan, ada tiga alasan mengapa pihaknya getol mendorong Panglima TNI tersebut untuk maju dalam bursa Pilpres 2024 mendatang. Alasan pertama, kata dia, Andika Perkasa telah terbukti mencintai masyarakat secara total dan utuh. 

"Di tengah situasi bernegara yang terlihat mengkhawatirkan karena kelangkaan pemimpin panutan sebagai penerus Presiden Joko Widodo, kita bersyukur bahwa ada sosok Andika Perkasa yang menjadi cahaya bagi kita semua," kata Hendrawan, Senin (24/10/2022). 

Alasan kedua adalah Andika Perkasa merupakan pribadi penuh cinta. Hendrawan melihat jika keseharian kehidupan dalam keluarga, karir, dan bernegaranya telah menguatkan pendapat ini. 

"Jika kita melihat dan mengikuti kiprah beliau, akan sulit menolak simpulan ini. Sentuhan humanis sebagai prajurit dan tokoh nasional telah dirasakan dan dikagumi masyarakat secara luas. Kita sulit untuk tidak jatuh cinta kepada sosok Andika Perkasa," tuturnya dalam acara yang diselenggarakan oleh Komunitas Milenial Peduli Indonesia (Kompii) dengan didukung oleh ICSC (Indonesia Center for Society and Culture) dan Indodian tersebut. 

Alasan ketiga, Andika Perkasa menghabiskan kariernya sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang mampu mengakomodasi dinamika dan kekuatan politik yang mengancam menimbulkan kekerasan. Penanganan berbagai permasalahan ini tentu saja membutuhkan profesionalitas, kerendah-hatian, keuletan, dan keterbukaan pikiran. 

"Di sinilah kita bisa sepakat menilai bahwa Andika Perkasa adalah Panglima TNI yang tegas dan cerdas melaksanakan kebijakan, sekaligus mampu menunjukkan hal yang paling baik muncul dari dirinya, sehingga ia pantas disebut sebagai pemimpin," imbuh Hendrawan. 

Pendekar Indonesia sendiri telah mengeluarkan pernyataan terbuka memohon agar Jenderal Andika Perkasa bersedia melanjutkan pengabdian kepada rakyat Indonesia dengan maju menjadi Calon Presiden 2024-2029 pada 9 Oktober 2022 kemarin. Namun kini muncul wacana  baru menggandengkan Ganjar Pranowo dan Andika Perkasa sebagai pasangan dengan sejumlah pertimbangan menarik meskipun keduanya belum mendapat tiket.

Sementara itu, Ketua Umum Koordinator Nasional Ganjarist Eko Kuntadhi mengatakan, Ganjar merupakan kader PDIP paling potensial untuk menggantikan Jokowi. Kendati sejauh ini partai berlambang banteng tersebut belum menyalakan lampu hijau. Sementara sejumlah partai sudah berani berkoalisi mendeklarasikan calon. 

Eko Kuntadhi mengasumsikan jika elektabilitas Ganjar saat ini sekitar 32-30 persen dari hasil berbagai lembaga survey. Sedangkan Puan hanya sekitar 0,2 persen. Akan tetapi, Kuntadhi menegaskan bahwa partai akan bersikap rasional terhadap hasil survey.

duet-antara-Ganjar-Pranowo-dan-Jenderal-Andika-c.jpg

"Partai asumsinya kan rasional, mau mengajukan siapa yang maju berdasarkan rinciannya yang lebih besar. Kalau mengkandidatkan ada peluang menang lebih besar kenapa memilih peluang kalah yang lebih besar, gitu," ucapnya. 

Bahkan, ia menyebut jika Ganjar Pranowo sangat memungkinkan dicalonkan oleh partai-partai lain. Karena Ganjar Pranowo bukan hanya sekedar bertransformasi dari kelompok lokal menjadi kelompok nasionalis. 

"Dia bertransformasi dari kader PDIP menjadi kader bangsa karena mau diakses segala partai tingkat nasional. Dan sekarang sesuai dengan elektabilitasnya. Lalu kemudian satu tahun bergerak ini bisa mencapai 32-30 persen. Jika dibandingkan dengan pak Prabowo dan pak Anies, tingkat popularitasnya masih kalah jauh ada 97 persen. Ada 97 persen orang Indonesia mengenal pak Prabowo sedangkan elektabilitasnya 28 persen. Popularitas Ganjar ada 70-69 persen. Artinya masih ada orang tidak kenal Ganjar Pranowo. Namun elektabilitasnya tinggi," jelasnya. 

Eko Kuntadhi menambahkan, Jatim merupakan lumbung suara dengan jumlah pendukung paling banyak dan menjadi target utama peta pemenangan.

"Nanti jelang Pilpres, Jatim menjadi arena pertama sebagai target utama. Saya sendiri (dalam satu kelompok) sekitar ada 101 relawan, belum lagi di tempat-tempat lain, di kecamatan," tandasnya. 

Untuk memperluas aksi relawan, Eko Kuntadhi masih menunggu pengumuman resmi dari partai. Karena saat ini pendukung Ganjar Pranowo sudah mulai bermunculan di Surabaya. Ia berharap besar Ganjar dapat berduet dengan Jenderal Andika Perkasa.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

KOPI TIMES