Advertisement
Politik

Gus Yaqut Berharap PKB dan PBNU Kembali Memiliki Hubungan dengan Baik

Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut turut memberikan ucapan selamat kepada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang menggelar Harlah ke-25 ... ...

TIMES Indonesia,
Gus Yaqut Berharap PKB dan PBNU Kembali Memiliki Hubungan dengan Baik
Yaqut Cholil Qoumas.
A-AA+

JAKARTA Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut turut memberikan ucapan selamat kepada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang menggelar Harlah ke-25 di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Minggu (23/7/2023). Informasinya, acara ini diperkirakan akan dihadiri 67 ribu kader.

"Selamat ulang tahun PKB-ku. Aku mengenalmu dengan baik bahkan sejak kau belum lahir," katanya dalam keterangan resminya diterima TIMES Indonesia.

Advertisement

Menurutnya, partai yang kini dinakhodai oleh Muhaimin Iskandar itu adalah wadah untuk aspirasi politik warga NU.

"Digagas sebagai sebuah kebutuhan saluran aspirasi politik warga NU, demi Bangsa, Negara dan Agama yang kemudian diserahkan kepada PBNU untuk disempurnakan pengorganisasiannya dan kemudian dideklarasikan," jelasnya.

Pria yang kini menjabat sebagai Menteri Agama (Menag) itu berharap, PKB kembali berjaya seperti Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menjadi Presiden Indonesia saat itu.

"Sejarah sudah banyak dilukis. Terang dan gelap. Ketika Gus Dur dipilih menjadi Presiden, adalah puncak kejayaan Partai Kebak Berkah ini. Sejarah yang belum terulang sampai sekarang. Dan mungkin di pemilu tahun depan," katanya.

Ia menyampaikan, masa surut juga sudah dilalui oleh partai ini. Pada Pemilu 2009, PKB hanya dipilih oleh sekitar 5 persen pemilih atau 28 kursi DPR. 

Advertisement

"Anjlok dari dua pemilu sebelumnya karena konflik dan Gus Dur yang terkhianati. Trauma yang belum tersembuhkan sampai sekarang meski perolehan PKB di pemilu-pemilu berikutnya berhasil rebound," jelasnya.

Hari ini PKB memasuki tahun ke 25, menurutnya, seperempat abad yang semestinya mendewasakan kader dan gaya berpolitiknya. Tidak lagi kekanak-kanakan dan asal bicara yang justru merugikan partai. 

"Syarat mutlak yang harus dipenuhi untuk menjadi pemenang, setelah menjadikan kader sebagai tumpuan utama. Tanpa melalui jalur naturalisasi dan ijon jabatan," jelasnya.

Selain itu, ia juga berharap, hubungan PKB dengan PBNU ke depan bisa semakin membaik. Menurutnya, sejauh apapun perbedaan, dua organisasi ini harus terus rukun satu sama lain.

"PKB pasti bisa. Hanya perlu lebih berintegritas, terus menambah wawasan dan terbuka memberi dan menerima pandangan. Eh, satu lagi, jaga hubungan baik dengan PBNU dan para kyai. Setajam apapun perbedaannya. Selamat Harlah PKB. Maju Tak Gentar Membela yang Benar," harapnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Ramli
PenulisMoh RamliPasca Sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (2023). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia