Budiman Sudjatmiko, Dulu Kritik Prabowo Kini Mendukungnya Jadi Capres
Adagium 'tiada lawan yang abadi dalam politik' nampaknya tepat disematkan pada Budiman Sudjatmiko. Di Pilpres 2014 dan 2019, ia adalah salah satu sosok yang paling keras ...

JAKARTA – Adagium 'tiada lawan yang abadi dalam politik' nampaknya tepat disematkan pada Budiman Sudjatmiko. Di Pilpres 2014 dan 2019, ia adalah salah satu sosok yang paling keras mengkritik Prabowo Subianto.
Di Pilpres 2024, ia berbeda. Politikus PDIP tersebutustru mendukung Ketua Umum Partai Gerindra itu untuk maju di pesta demokrasi lima tahunan nanti.
"Saya Budiman Sudjatmiko, biasa mengambil resiko apapun," katanya dalam keterangan resminya, Sabtu (19/8/2023).
"Saya katakan, Budiman Sudjatmiko ingin menitipkan kepada Pak Prabowo Subianto jika InsaAllah atas kehendak Allah SWT Pak Prabowo jadi Presiden Republik Indonesia ke-8," ujarnya lagi.
Deklarasi dukungan Budiman Sudjatmiko dalam mendukung Prabowo Subianto itu pun juga sudah dilakukan di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/8/2023). Selain dukungan secara verbal, ia juga menyatakan dukungan secara basis massa yang dinamakan Relawan Prabu alias Prabowo-Budiman.
Dukungan Budiman kepada Prabowo memang mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, ia dikenal sebagai tokoh aktivis reformasi 1998.
Pada pilpres-pilpres sebelumnya, Budiman secara lantang mengkritik Prabowo Subianto karena dinilai telah menjadi penghianat atas tindakan petinggi militer yang kerap menghilangkan sejumlah aktivis mahasiswa pada masa itu.
Sementara itu, Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto menyampaikan, pihaknya akan mengambil sikap atas perbuatan Budiman Sudjatmiko tersebut.
Kata dia, Budiman Sudjatmiko hari Senin (21/8/2023) ini, akan dipanggil oleh Dewan Kehormatan PDIP. Menurut Hasto, partainya tidak akan menoleransi apa yang dilakukan oleh Budiman tersebut.
Ancaman sanksi pemecatan kemungkinan akan diberikan kepada Budiman Sudjatmiko usai mendeklarasikan Prabowo Subianto tersebut. "Partai akan mengambil suatu tindakan yang tegas. Opsinya mengundurkan diri atau menerima sanksi pemecatan," ujar Hasto dalam keterangannya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


