Advertisement
Politik

PKB Usul Nama 'Koalisi PBNU', Kader NU: Bukti Tak Percaya Diri

Usulan Ketua DPP PKB Lukmanul Khakim nama kerja sama partai pendukung Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar dengan sebutan Koalisi PBNU (Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NK ...

TIMES Indonesia,
PKB Usul Nama 'Koalisi PBNU', Kader NU: Bukti Tak Percaya Diri
Anies Baswedan saat bersama Muhaimin Iskandar. (FOTO: Antara)
A-AA+

JAKARTA Usulan Ketua DPP PKB Lukmanul Khakim nama kerja sama partai pendukung Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar dengan sebutan Koalisi PBNU (Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945) dikomentari banyak pihak. Salah satunya yakni Idham Cholid.

Kader Nahdatul Ulama (NU) sekaligus Ketua Umum Jamaah Yasinan Nusantara (Jayanusa) ini mengatakan, dengan nama itu, justru semakin membuktikan ketidakpercayaan diri untuk berpolitik secara dewasa. 

Advertisement

"Memang PBNU yang dimaksud hanya akronim dari 'Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945' yang merupakan empat pilar kebangsaan," katanya dalam keterangan tertulis kepada TIMES Indonesia, Jumat (8/9/2023).

Namun, kata dia, penggunaannya untuk kepentingan politik praktis seperti itu merupakan monopoli yang tak mencerdaskan. Ia menilai, justru ini hanya cerdas mengeksploitasi simbol-simbol untuk mengelabuhi masyarakat. 

Ia mengatakan, akronim PBNU selama ini populer di kalangan kiai-kiai NU untuk mensosialisasikan empat pilar kebangsaan tersebut. 

Menurutnya, ini merupakan kreativitas mereka untuk lebih memudahkan pilar kebangsaan itu benar-benar dijiwai dan dihayati menjadi laku kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. 

Seharusnya, menurut Idham, yang dikembangkan oleh partai politik, para politisi, apalagi mereka yang terlibat dalam penyelenggaraan pemerintahan, melakukan ikhtiar yang sungguh-sungguh agar nilai-nilai yang terkandung dalam pilar kebangsaan itu diaktualisasikan secara nyata.

Advertisement

"Menjadi gerakan politik yang lebih berbudaya, memberdayakan rakyat, dan mengokohkan sendi-sendi kehidupan bangsa. Bukan sebaliknya, sekadar gerakan simbolik belaka," jelasnya.

Ia juga berpendapat, publik sangat paham, penggunaan akronim PBNU yang diusulkan oleh kader PKB itu hanya untuk kepentingan elektoral, meyakinkan warga Nahdliyyin. 

"Mereka selalu bawa nama dan simbol NU. Ini juga menjadi bukti bahwa mereka masih selalu under estimate, menganggap warga NU bodoh, hanya bisa ditipu dengan cara berpolitik seperti itu," ujarnya. 

Sebelumnya, Ketua DPP PKB Lukmanul Khakim mengusulkan nama kerja sama partai pendukung Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar dengan sebutan Koalisi PBNU.

Menurutnya, kedua tokoh ini memiliki komitmen kuat terhadap Pancasila hingga Undang-undang Dasar 1945. Kata dia, Anies dan Muhaimin sosok yang menjunjung pluralisme dan kometmen terhadap NKRI. "Saya mengusulkan nama koalisi NasDem-PKB, Koalisi PBNU," ujarnya, dikutip dari detikcom. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Ramli
PenulisMoh RamliPasca Sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (2023). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia