Politik

Hasil Survei PSDK dan PUSAD Sebut Pemilih Mengambang di Lamongan dan Gresik Tinggi

Kamis, 28 Desember 2023 - 21:34 | 40.72k
Peneliti Utama PSDK Unisda, Ahmad Sholikin, memaparkan hasil survei Pemilu 2024 di Dapil 10 Lamongan-Gresik, Kamis (28/12/2023). (FOTO: MFA Rohmatillah/TIMES Indonesia)
Peneliti Utama PSDK Unisda, Ahmad Sholikin, memaparkan hasil survei Pemilu 2024 di Dapil 10 Lamongan-Gresik, Kamis (28/12/2023). (FOTO: MFA Rohmatillah/TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, LAMONGAN – Masyarakat di kabupaten Lamongan dan Gresik ternyata masih banyak yang belum memantapkan pilihanya untuk Pemilu 2024. Jumlah pemilih yang masih mengambang pun terbilang tinggi.

Hal itu diketahui dari hasi survei Pusat Studi Demokrasi dan Kebijakan Publik (PSDK) Universitas Islam Darul Ulum Lamongan (UNISDA), yang bekerjasama dengan Pusat Studi Anti Korupsi dan Demokrasi (PUSAD) UM Surabaya.

Advertisement

Dari survei yang dilakukan, persentase responden yang belum menentukan pilihannya relatif lebih tinggi, dari pada yang sudah menentukan pilihan.

Misalnya dalam memilih partai politik, responden yaang belum menentukan pilihan mencapai 17,29 persen. Angka tersebut hanya sedikit di bawah PKB yang memiliki persentase tertinggi, yakni 18,24 persen.

Bahkan persentase responden yang belum menentukan pilihan lebih tinggi, jika dibandingkan dengan elektabilitas para calon legislatif (Caleg) dalam survei tersebut, baik untuk DPRD Provinsi maupun DPR RI.

Peneliti Utama PSDK Unisda, Ahmad Sholikin, menjelaskan bahwa tingginya pemilih mengambang di Dapil 10 Lamongan-Gresik disebabkan sejumlah faktor.

"Swing voters masih relatif sangat tinggi, hal tersebut disebabkan beberapa alasan, diantaranya waktu pencoblosan yang masih lama, menunggu program terbaik yang ditawarkan (Caleg), dan menunggu fatwa ulama dan tokoh masyarakat," kata Sholikin, dalam rilis hasil survey, Kamis (28/12/2023).

Berikut Hasil lengkap survei yang dilakukan PSDK bersama PUSAD: 

Elektabilitas Calon Legislatif DPR R1

Belum menyatakan sikap (18,9), lain-lain (12,2), Dr. H. Jazilul Fawaid (8,9), Khilmi (7,7), H. Nasyirul Falah Amru (7,4), Ahmad Labib (6), Prof Zainuddin Maliki (5,2), Dyah Roro Esti W,P (5), Ir. H. Suhandoyo, S.P (3,5) dan Debby Kurniawan (2,9)

Elektabilitas Calon DPRD Jatim yang dipilih 2024 diantaranya:

Belum menentukan pilihan (15,3) H Makin Abbas (14,8), Lain-lain (13,7), Husnul Aqib (8,9), Andy Firasadi (7,7) Kodrat Sunyoto (7,5), H Samwil (5,7), Munawaroh (5,0).

Sedangkan data pilihan partai yang dipilih menjelang Pemilu 2024 di Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Gresik:

Partai Kebangkitan Bangsa PKB (18,24), Belum menentukan (17,29), Partai Golkar (13,1), Partai Gerindra (10,97), Partai PDIP (10,9), Partai PAN (7,5), Partai Nasdem  (5,4), Partai Demokrat (5,3). 

Menurut Sholikin, menonjolnya PKB di Dapil 10 Lamongan-Gresik dalam survei yang dilakukan PSDK dan PUSAD, tak lepas dari dominasi Nahdlatul Ulama (NU) di kedua kabupaten tersebut.

"Salah satunya dipengaruhi basis santri ya, sehingga afiliasinya ke PKB. Kemudian di Lamongan dan Gresik mayoritas NU, sehingga memiliki dampak terhadap suara PKB," ucap Sholikin. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES