Politik

Isu Pendukung di Jatim Pecah Karena Khofifah, Cak Imin: Dari Dulu Begitu

Jumat, 12 Januari 2024 - 19:25 | 16.61k
Muhaimin Iskandar saat menghadiri acara Seknas KIB Konsolidasi Jaringan dan Sumber Daya TPES-50 di Gedung Juang 45 Surabaya, Jumat (12/1/2024).(Foto : Lely Yuana/TIMES Indonesia)
Muhaimin Iskandar saat menghadiri acara Seknas KIB Konsolidasi Jaringan dan Sumber Daya TPES-50 di Gedung Juang 45 Surabaya, Jumat (12/1/2024).(Foto : Lely Yuana/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Basis pendukung Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) di Jatim disinyalir terpecah setelah masuknya Gubernur Khofifah Indar Parawansa sebagai Juru Kampanye Nasional (Jurkamnas) TKN Prabowo-Gibran.

"Dari dulu begitu, dari dulu begitu!," tegas Cak Imin usai menghadiri acara Seknas KIB (Kuning Ijo Biru) Konsolidasi Jaringan dan Sumber Daya TPES-50. Acara Koordinator Kecamatan se-Jawa Timur di Gedung Juang 45 Surabaya, Jumat (12/1/2024).

"Tiap Pemilu saya sama Bu Khofifah juga beda, biasa aja.  Itulah demokrasi," sambungnya.

Bukan tanpa alasan. Cak Imin sebagai Ketua Umum PKB harus 'bertarung' dengan Khofifah yang merupakan Ketua Umum PP Muslimat NU. Keduanya memiliki basis massa Nahdliyin cukup kuat. Sejumlah pengamat selalu menganalisa kekuatan Khofifah tidak main-main karena Muslimat cenderung satu komando. Sementara PKB merupakan parpol berideologi Nahdlatul Ulama.

Tapi, Cak Imin mengaku tetap optimis. Apalagi hari ini ia mendapat tambahan energi baru karena KIB se-Jatim sudah membentuk tim di sejumlah kecamatan.

Relawan Kuning Ijo Biru (KIB) se-Jatim melakukan agenda Konsolidasi Jaringan dan Sumber Daya TPES-50. Acara ini mengundang Koordinator Kecamatan se-Jawa Timur di Gedung Juang 45 Surabaya.

Dalam agenda tersebut, KIB Jatim mengumumkan siap tempur memenangkan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (Capres-Cawapres) nomor urut 01 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN). Relawan KIB sendiri selama ini merupakan sayap pemenangan Anies Baswedan.

"Saya sangat bersyukur kerelawanan tanpa diembel-embeli partai, tanpa diembel-embeli kepentingan, tanpa diembel-embeli tokoh-tokoh besar, bergerak semua tumbuh," katanya.

Partisipasi dari bawah ini disebut tidak bergantung pada satu tokoh manapun.

"Itulah yang disebut kerelawanan yang disebut keswadayaan. Nah, keswadayaan dan kerelawanan teman-teman di Jatim ini mulai terlihat sekali sehingga mereka bergerak sendiri tanpa ada pengaruh ataupun perintah dari siapapun. Ini saya ucapkan terima kasih. Ini membuat optimisme kita, AMIN sudah sampai pada level putaran kedua," kata Cak Imin.

Kedatangan Cak Imin bolak-balik ke Jatim disebut juga karena Jatim merupakan rumah bagi Cak Imin. "Ya karena rumah saya di Jawa Timur, maka Insya Allah saya mewakili rakyat Jatim karena saya orang Jatim," katanya.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES