Politik Info Pemilu 2024

Kunjungi Monumen Reog, Capres Ganjar Pranowo: Reog Ponorogo Sudah Mendunia

Jumat, 19 Januari 2024 - 20:32 | 20.55k
Didampingi Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko-Lisdyarita capres Ganjar Pranowo kunjungi Pembangunan monumen reog di Sampung Ponorogo. (Foto: Marhaban/ TIMES Indonesia)
Didampingi Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko-Lisdyarita capres Ganjar Pranowo kunjungi Pembangunan monumen reog di Sampung Ponorogo. (Foto: Marhaban/ TIMES Indonesia)
FOKUS

Info Pemilu 2024

TIMESINDONESIA, PONOROGO – Calon Presiden (Capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo dalam safari politiknya di Kabupaten Ponorogo menyempatkan diri mengunjungi pembangunan Monumen Reog dan Museum Peradaban Ponorogo di Kecamatan Sampung Ponorogo, Jumat (19/1/2024).  

Capres Ganjar Pranowo mengaku kagum dengan kemegahan struktur bangunan setinggi 126 meter itu. 
Kepada wartawan capres Ganjar Peranowo mengatakan, sebagai implementasi budaya adiluhung Reog Ponorogo, Monumen Reog dan Museum Peradaban Ponorogo diharapkan mampu tak hanya menjadi mejadi objek wisata, namun juga menjadi wahana edukasi bagi generasi penerus yang ingin mengetahui tentang Reog Ponorogo.

"Mudah-mudah di Ponorogo orang bisa lihat. Kalau ingin belajar dan meneliti tentang Reog bisa datang ke sini. Semacam Reog Center lah," ucapnya.

Capres Ganjar Pranowo mengungkapkan, sebagai budaya yang mendunia, Reog Ponorogo sudah sepantasnya menjadi Brand Mark (keunikan) budaya dunia dari Indonesia.

“Karena sejumlah negara yang pernah saya kunjungi, sebagian besar masyarakatnya ingin belajar tentang Reog Ponorogo dan cara memainkannya,” sebut Capres Ganjar Pranowo.

Ia juga mengaku banyak daerah di Indonesia, bahkan di luar negeri seperti Suriname. "Ingin sekali Reog dan cara memainkannya. Saya membayangkan Reog yang di Ponorogo betul-betul jadi brand mark yang mendunia," jelasnya.

Capres Ganjar Pranowo menegaskan, sebagai negara yang memiliki keanekaragaman budaya dan kesenian, Indonesia kedepan tidak hanya mengedepankan ketahanan pangan saja, namun juga ketahanan budaya, sehingga tidak mudah mempengaruhi budaya asing yang saat ini masuk ke kalangan masyarakat.

“Seni dan budaya nasional pada ketahanan budaya itu penting, agar tidak digempur dengan budaya lain dan jadi tuan rumah yang baik di negaranya sendiri,” tukasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES