Politik

Visi Misi Ganjar, Singgung Adab sampai Peribahasa Jawa 'Aja Adigang-Adigung-Adiguna'

Minggu, 04 Februari 2024 - 22:42 | 12.62k
Ganjar dalam debat capres ketiga di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Minggu. (Foto: TPN)
Ganjar dalam debat capres ketiga di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Minggu. (Foto: TPN)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Calon Presiden Ganjar Pranowo menyinggung soal adab dalam membangun bangsa Indonesia, di debat capres terakhir di, Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Minggu (4/2/2024). Ganjar menyebut, dalam membangun Indonesia yang beradab dibutuhkan tiga bagian.

"Membangun Indonesia yang beradab kita mulai dari tiga bagian, kita punya kepribadian dalam kebudayaan dan itu mesti masuk di dalam jiwa insan Indonesia," ucapnya.

Kesehatan menurut Ganjar menjadi bagian penting. Soal ini, Ganjar berpendapat tindakan preventif atau pencegahan lebih tepat. 

"Preventif adalah sesuatu yang paling bagus. Kita olahraga makan sehat dan itu akan membantu politik kesehatan kita jauh lebih baik," katanya.

Untuk mendukung itu, Ia dan Mahfud MD punya program 1 Desa, 1 fasilitas kesehatan, 1 tenaga kesehatan.

"Kami ingin mereka (masyarakat) mendapatkan yang terbaik dan kemudian ibu, anak, lansia, disabilitas, masyarakat adat akan mendapatkan peran yang sama di dalam layanan-layanan kesehatan di mana di daerah-daerah terisolir, mereka membutuhkan akses ini dengan sangat bagus," jelasnya.

Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan, ketika infrastruktur kesehatannya sudah baik maka akan berdampak pada pendidikan dan kebudayaan.

"Akses pendidikan yang baik, lebih inklusi, kemudian kurikulum yang mantap dan tentu saja fasilitas yang diberikan harus bisa memberikan akses terbaik untuk anak-anak didik kita," ujarnya.

Untuk memberikan pendidikan yang baik, lanjut Ganjar, juga harus memperhatikan nasib guru dan dosen. Ia kemudian menyinggung seorang aktivis perempuan bernama Kalis Mardiasih.

"Mbak kalis namanya menyampaikan, 'Pak Ganjar perhatikan mereka yang selama ini terpingggirkan. Ada dua yang utama yaitu kelompok perempuan dan penyandang disabilitas, tolong betul agar sekolah nanti inklusi dan mereka nanti tidak mendapatkan perlakuan diskriminatif'," katanya.

Ganjar kemudian menyinggung soal buruh. Ganjar mengatakan para buruh curhat dan memintanya meninjau ulang Undang-Undang Cipta Kerja. Dia mengatakan akan memberikan upah buruh yang baik.

"Tentu saja pembangunan ini harus berorientasi pada SDM. Budi pekerti yang baik, sopan, toleran, tidak adigang-adigung-adiguna sehingga mereka menjadi manusia yang lengkap," katanya.

Semua itu, kata Ganjar, bisa dicapai jika digitalisasi berjalan baik dan didukung internet yang cepat. Ia lalu mengatakan, pembangunan yang beradab juga butuh contoh yang baik. Ia mencontohkan sikap cawapresnya, Mahfud MD yang baru-baru ini mundur dari jabatan.

"Contoh keteladanan pemimpin yang juga baik dan tidak ada konflik kepentingan seperti Pak Mahfud contohkan agar ini membangun integritas yang baik dan tentu saja keresahan yang muncul baik dari Gus Mus, Muhammadiyah, Romo Franz Magnis, Goenawan Mohammad dan kampus-kampus mesti menjadi catatan kita bersama bahwa kita dalam konteks ber-Indonesia, berbudaya semua harus dalam koridor yang baik," tegasnya.

Sebagai informasi, debat pamungkas ini mengangkat sejumlah tema, yakni kesejahteraan sosial, kebudayaan, pendidikan, teknologi informasi, kesehatan, ketenagakerjaan, sumber daya manusia, dan inklusi. (*) 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imam Kusnin Ahmad
Publisher : Rifky Rezfany

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES