Politik

Debat Capres Pamungkas, Anies Raih Sentimen Positif Tertinggi di Twitter

Senin, 05 Februari 2024 - 13:36 | 15.84k
Capres 2024 Anies Baswedan saat debat di JCC, Jakarta Pusat. (FOTO: Facebook)
Capres 2024 Anies Baswedan saat debat di JCC, Jakarta Pusat. (FOTO: Facebook)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Drone Emprit merilis hasil analisis kicauan warganet di Twitter ketika debat kelima yang berlangsung pada Minggu (4/2/2024) pukul 19.00 hingga 22.00 WIB.

Diketahui, debat pamungkas tersebut diikuti oleh Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo di JCC, Jakarta Pusat.

Hasilnya, Anies Baswedan mendulang sentimen positif terbesar di Twitter. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mendapatkan sentimen positif 86 persen. Untuk sentimen negatif hanya 6 persen.

Sementara Ganjar Pranowo mendapatkan sentimen positif 72 pesen. Sedangkan sentimen negatif terhadap mantan Gubernur Jawa Tengah itu sebesar 14 persen.

Untuk Prabowo Subianto, sentimen positif hanya 43 persen. Menteri Pertahanan (Menhan) ini juga mendapatkan sentimen negatif lebih besar yakni 48 persen.

Selain itu, Drone Emprit juga menyebut, bahwa Anies Baswedan adalah sosok paling banyak disebut di Twitter saat debat terakhir tersebut.

"Anies Baswedan memimpin dalam popularitas dan citra positif," tulis pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi, dalam akun Twitternya resminya dikutip TIMES Indonesia, Senin (5/2/2024).

Ia menyampaikan, Anies Baswedan mendapatkan sentimen positif tinggi karena menyentil bantuan sosial atau bansos yang dinilai dipolitisasi. Selain itu, Anies juga diapresiasi oleh warganet karena membahas soal pelecehan seksual.

Untuk sentimen negatif muncul karena beberapa program yang ditawarkan oleh pasangan Muhaimin Iskandar itu dianggap sudah dijalankan oleh pemerintah Presiden Jokowi saat ini.

Sementara Ganjar Pranowo mendulang sentimen positif karena menyoroti inklusi perempuan dan kalangan disabilitas. Selain itu, Ganjar juga diapresiasi karena membahas soal stunting.

Sementara Prabowo Subianto, lanjut Drone Emprit, mendapatkan sentimen negatif yang tinggi karena membahas soal progam makan siang dan susu gratis. 

Sentimen negatif itu juga muncul karena pasangan Gibran Rakabuming Raka itu berencana meningkatkan jumlah Fakultas Kedokteran di Indonesia. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES