Politik

Cak Imin dan Ganjar Tanggapi Keputusan DKPP, Fokus pada Etika dalam Proses Pemilu

Senin, 05 Februari 2024 - 18:50 | 17.87k
Ilustrasi Cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar (Foto: Dok. TIMES Indonesia)
Ilustrasi Cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar (Foto: Dok. TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), memberikan tanggapan terhadap putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang menyatakan bahwa pelanggaran etika Ketua dan Anggota KPU tidak berhubungan dengan keabsahan pencalonan capres-cawapres. Cak Imin menekankan bahwa aspek yang lebih krusial bukanlah keabsahan secara hukum, melainkan perihal etika.

"Ya yang penting etika bukan soal legalnya. Bagi saya etika itu menjadi penting harus terus dijunjung tinggi tidak hanya politik, lingkungan hidup, tata pembangunan, prinsip-prinsip pembangunan nasional itu pijakannya etika," ujar Cak Imin kepada wartawan di Solo, Jawa Tengah, pada Senin (5/2/2024).

Cak Imin menyebut bahwa pelanggaran kode etik di Mahkamah Konstitusi (MK) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) merupakan catatan penting dalam proses politik dan menjadi perhatian nasional. Ia menegaskan bahwa catatan hitam ini harus menjadi perhatian bersama untuk menjunjung tinggi etika dalam berbagai aspek kehidupan.

Sementara itu, Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo, memberikan respons terhadap keputusan DKPP yang memberikan sanksi peringatan keras terakhir kepada Ketua dan Anggota KPU RI terkait pendaftaran Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden. Ganjar Pranowo mengungkapkan kagetnya terhadap putusan tersebut.

"Ya saya sudah membaca tadi agak terkejut juga, kita melihat DKPP keputusan yang menyampaikan bahwa dia melanggar etika," kata Ganjar Pranowo saat di Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (5/2/2024).

Meskipun begitu, Ganjar Pranowo mengaku belum mendapatkan informasi yang pasti mengenai sanksi yang diberikan terkait pelanggaran etik tersebut. Ia berharap keputusan tersebut dapat menjadi pengajaran bagi semua pihak dan menyoroti pentingnya menjaga integritas dalam proses demokrasi.

"Maka dalam closing statement saya tadi malam ya, demokrasi mesti melaksanakan dengan baik-baik, tidak boleh ada yang mengangkangi demokrasi, prosesnya berjalan dengan baik," ucapnya.

Ganjar Pranowo menekankan bahwa isu etika ini harus menjadi perhatian nasional, dan mengingatkan bahwa demokrasi memerlukan perbaikan yang terus-menerus. Ia menyampaikan harapannya agar bangsa ini dapat membanggakan rakyat melalui proses demokrasi yang terjaga integritasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES