Politik

Kutip Pidato Bung Hatta, Universitas Negeri Malang Menyampaikan Sikap Terkait Ketidaknetralan Presiden

Senin, 05 Februari 2024 - 19:06 | 27.03k
Sivitas Akademika Universitas Negeri Malang saat menggelar pernyataan sikap terkait seruan kepada Presiden Joko Widodo untuk bersikap netral di Pemilu 2024, Senin (5/2/2024). (Foto: M. Isnaini Wijaya/TIMES Indonesia)
Sivitas Akademika Universitas Negeri Malang saat menggelar pernyataan sikap terkait seruan kepada Presiden Joko Widodo untuk bersikap netral di Pemilu 2024, Senin (5/2/2024). (Foto: M. Isnaini Wijaya/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANGUniversitas Negeri Malang (UM) turut menyampaikan sikap untuk merespons pernyataan Presiden Joko Widodo yang dianggap tidak netral dalam menghadapi Pemilu 2024.

Senin (5/2/2024), Majelis Guru Besar, dosen dan mahasiswa UM menyampaikan sikap ini dengan mengutip pidato Muhammad Hatta saat menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Indonesia pada 30 Agustus 1975.

Pidato Bung Hatta, yang menjadi landasan sikap ini, menyerukan pengakuan terhadap dasar ketuhanan dengan implementasinya dalam menentang segala dusta, mencegah kezaliman, memperbaiki kesalahan, membasmi kecurangan, menentang segala yang kotor, dan melenyapkan segala yang buruk.

“Pengakuan kepada dasar Ketuhanan yang Maha Esa, mengajak manusia melaksanakan harmoni dalam alam, dilakukan terutama dengan jalan memupuk persahabatan dan persaudaraan antarmanusia dan bangsa. Pengakuan itu mewajibkan manusia di dalam hidupnya membela kebenaran dengan kelanjutannya: menentang segala dusta," bunyi pidato Hatta yang dibacakan oleh Guru Besar Ilmu Ekonomi Prof. Hari Wahyono saat pembacaan pernyataan sikap di depang Gedung Rektorat. 

"Pengakuan itu mewajibkan manusia di dalam hidupnya membela keadilan, kelanjutannya: menentang atau mencegah kezaliman. Pengakuan itu mewajibkan manusia dalam hidupnya berbuat baik, dengan kelanjutannya: memperbaiki yang salah."  

"Pengakuan itu mewajibkan manusia bersifat jujur, dengan kelanjutannya: membasmi kecurangan. Pengakuan itu mewajibkan manusia di dalam hidupnya berlaku suci, dengan kelanjutannya: menentang segala yang kotor. Pengakuan itu mewajibkan manusia di dalam hidupnya menikmati keindahan dengan kelanjutannya: melenyapkan segala yang buruk,” lanjut Prof. Hari Wahyono sebagai perwakilan Majelis Guru Besar Universitas Negeri Malang.

Prof. Hari Wahyono menyatakan, UM menyerukan hal ini dengan harapan pemilu berlangsung jujur, adil, dan berintegritas. Prof. Hari Wahyono menambahkan, pernyataan sikap ini muncul karena kegelisahan masyarakat dan kekhawatiran terhadap suasana menjelang pemilu yang dianggap kurang kondusif

“Kami berharap Presiden Joko Widodo memenuhi seruan ini untuk Indonesia yang lebih baik, adil, berdaulat, dan maju,” ungkapnya.

Fikri Nadlif, Ketua BEM UM 2024, menjelaskan alasan di balik seruan pernyataan sikap ini. Menurutnya, keberanian untuk menyampaikan sikap ini muncul karena adanya polemik dalam pemilu 2024 terkait ketidaknetralan pemerintah, terutama dari pemimpin tertinggi, yaitu Presiden Joko Widodo. 

Fikri juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap langkah Majelis Guru Besar dalam segera menyatakan sikap. (*)

Pewarta: M. Isnaini Wijaya

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES