Politik

Film Dirty Vote: TKN Sebut Fitnah, TPN Minta Tak Ada yang Baper 

Senin, 12 Februari 2024 - 12:11 | 15.96k
Film dokumenter Dirty Vote. (FOTO: tangkap layar)
Film dokumenter Dirty Vote. (FOTO: tangkap layar)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran dan Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud memberikan respons terhadap film dokumenter Dirty Vote, yang berisi dugaan kecurangan di Pemilu 2024.

Dua kubu ini memberikan respon yang berbeda. TKN Prabowo-Gibran menilai, film tersebut berisi fitnah. Sementara TPN Ganjar-Mahfud meminta semua elemen tak baper dan menerima kritikan tersebut.

"Perlu kami sampaikan bahwa sebagian besar yang disampaikan film tersebut adalah sesuatu yang bernada fitnah," kata Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran, Habiburrokhman, kepada media dikutip Senin (12/2/2024).

Ia menyampaikan, film tersebut berisi narasi kebencian dan tidak diproduksi secara ilmiah. "Saya mempertanyakan kapasitas tokoh-tokoh yang ada di film tersebut, di rekaman tersebut," jelasnya.

Ia juga memberikan penilaian bahwa film dokumenter Dirty Vote itu tidak argumentatif dan tendensius. "Mereka yang menyampaikan informasi yang sangat tidak argumentatif. Tetapi tendensius untuk menyudutkan pihak tertentu," katanya.
 
Ia pun meminta kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan film tersebut. "Intinya kami menyarankan kepada rakyat, tidak terhasut, serta tidak memprovokasi narasi kebohongan dalam film tersebut," ujarnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Hukum TPN Ganjar-Mahfud, Todung Mulya Lubis memberikan komentar yang berbeda. Ia menilai, film tersebut sebenarnya tidak ada yang baru dan memang sesuai dengan realitas yang ada dalam perpolitikan saat ini. 

"Apa yang ditulis atau dibuat dalam film tersebut itu tidak ada yang baru sama sekali," katanya dalam keterangan resminya pada media.

Menurutnya, film tersebut sangat bagus karena mengingatkan potensi pelanggaran dalam Pemilu 2024. "Dia mengingatkan kita bahwa pelanggaran dan potensi pelanggaran itu sangat masif terjadi di Indonesia," katanya.

Ia pun menegaskan tak setuju dengan TKN Prabowo-Gibran yang menilai film dokumenter tersebut berisi fitnah. 

"Film ini menurut saya pendidikan politik yang sangat bagus. Jadi jangan baper lah. Itu saja yang mau saya bilang. Jangan sedikit-sedikit melapor ke kepolisian. Ini kan tidak sehat buat kita sebagai bangsa," ujarnya.

Dirty Vote adalah film dokumenter yang memuat tiga pakar hukum tata negara. Film ini mengungkap dan menganalisis kecurangan dalam Pemilu 2024.

Film ini berisi tiga pandangan dari ahli hukum tata negara. Mereka antara lain Bivitri Susanti, Feri Amsari, dan Zainal Arifin Mohtar. Film ini sudah tayang di YouTube pada Minggu (11/2/2024) kemarin.

Ketiganya menerangkan betapa berbagai instrumen kekuasaan di bawah tangan Presiden Jokowi telah digunakan untuk tujuan memenangkan Pemilu 2024 sekalipun prosesnya menabrak hingga merusak tatanan demokrasi. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES