Politik Pilkada 2024

Koalisi Golkar-PBB Berpotensi Urung Terjadi, Mariadi Incar Kusmalahadi, Putra Bupati Lombok Utara

Jumat, 03 Mei 2024 - 17:24 | 46.07k
Stiker paket MAJU (Mariadi-Junaidi) menuju Lombok Utara yang beredar. (FOTO: Istimewa)
Stiker paket MAJU (Mariadi-Junaidi) menuju Lombok Utara yang beredar. (FOTO: Istimewa)
FOKUS

Pilkada 2024

TIMESINDONESIA, LOMBOK UTARA – Koalisi Golkar-PBB di Pilkada Lombok Utara 2024 sempat mencuat untuk memaketkan pasangan bakal calon kepala daerah antara Mariadi dan Junaidi Arif, yang sudah menyebutkan diri sebagai koalisi MAJU (Mariadi-Junaidi) menuju Lombok Utara. 

Namun, pasangan bakal calon kepala daerah ini kemungkinan urung terjadi lantaran Ketua DPW PBB NTB, Junaidi Arif ogah mengincar posisi sebagai bakal calon Wakil Bupati untuk mendampingi Ketua DPD II Golkar Lombok Utara, Mariadi. Atas kondisi tersebut, beredar informasi Mariadi saat ini sedang menjalin komunikasi dengan Kusmalahadi Syamsuri, yang merupakan putra Bupati Lombok Utara.

Hal ini diakui Ketua DPW PBB NTB, Junaidi Arif kepada TIMES Indonesia, Jumat (3/5/2024). Koalisi Golkar-PBB masih nuansa mencair, belum ada yang saling mengikat, sebab masing-masing berkeinginan menjadi nomor satu (Bupati). Beberapa kali pertemuan dalam hal penjajakan antara Golkar dan PBB sampai detik ini belum ada kata sepakat untuk berkoalisi. Hal ini wajar terjadi sebab Golkar-PBB masing-masing menjadi pimpinan partai.

"Koalisi masih suasana cair, kita masing saling istikharah yang panjang hingga sampai saat ini belum ada sepakat berkoalisi, masih sama-sama penjajakan saja," ungkapnya.

Dikatakan, bila Golkar-PBB berkoalisi tentu paling gampang sebab masing-masing partai meraih tiga kursi sehingga kelop menjadi enam kursi, cukup menjadi syarat untuk pendaftaran ke KPU nantinya. Sebelumnya pernah melakukan pencocokan figur dan pencocokan partai. Secara figur dirinya sudah 20 tahun menjadi anggota DPRD, pada tingkat kabupaten dua periode dan tingkat provinsi selama dua periode. Sedangkan, Mariadi baru menjadi anggota DPRD tingkat kabupaten saja.

Secara posisi kepartaian dirinya sebagai Ketua DPW PBB NTB, sedangkan Mariadi baru menduduki Ketua DPD II Golkar Lombok Utara. Selain itu, dirinya dan Mariadi juga pernah mencoba maju legislatif periode sekarang namun tidak lolos, hanya saja secara perolehan suara dirinya mencapai 15 ribuan lebih, sedangkan Mariadi hanya meraih 6 ribuan khusus suara dari Lombok Utara semata.

"Inilah perbandingan-perbandingan yang harus saya pertimbangkan, sehingga saya harus maju sebagai nomor satu, bukan senagai nomor dua," tegasnya. 

Pilkada-Lombok-Utara-2024-2.jpgKetua DPC PBB Lombok Utara, Sabri bersama jajaran pengurusannya bertandang ke rumahnya Ketua DPD II Golkar Lombok Utara, Mariadi didampingi Sekretaris partainya beberapa waktu lalu. (FOTO: Facebook Golkar KLU)

Pada Pilkada kali ini, Junaidi tidak akan sekedar sebagai partai pendukung, namun ia berkeinginan harus maju sebagai bakal calon kepala daerah, hal ini tentu berdasarkan beberapa pertimbangan tersebut. Diyakini 67-70 persen mengenal dirinya, tinggal menunggu keputusan finalnya. "Insyallah saya muncul bukan sebagai partai pendukung lagi. Politik ini masih dinamis, kita sesuaikan diri dengan pasaran," katanya. 

Belum adanya keterikatan antara dirinya dengan Mariadi, tentu ia tidak bisa melarang Mariadi untuk melakukan cawe-cawe politik ke bakal calon kepala daerah lainnya. Diakui, bahwa terdapat baru dua bakal calon kepala daerah yang sudah mendaftarkan diri ke Demokrat dan PKB secara formalitas, yaitu Muchsin dan Kusmalahadi. Kedua bakal calon itu pendatang baru sehingga wajar menggunakan panggung politik lebih awal, mereka masih berjalan sendiri-sendiri, belum ada keputusan partai untuk berpasangan, apalagi kedua bakal calon itu bukan pengurus partai. Mereka itu ASN di UIN Mataram dan Pemprov NTB.

"Wajar dilakukan oleh pendatang baru dalam politik. Mereka PNS, maka wajar mereka melakukan panggung itu," ucapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPD II Golkar Lombok Utara, Mariadi megatakan, pihaknya baru membangun komunikasi dengan PBB, PDIP dan beberapa lintas partai. Koalisi Mariadi-Junaidi sebelumnya diakui hampir rampung 99 persen, namun ada mulai mengganggu koalisi ini. Sebab, kesempurnaan dari koalisi yang mudah dalam berkoalisi. Terkait beredar informasi sedang menjalin komunikasi dengan Kusmalahadi Syamsuri, putra dari Bupati Lombok Utara. Mariadi membantah sampai sekarang belum menjalin komunikasi apapun dengan Kusmalahadi.

"Yang ada itu pembicaraan partai dengan partai," katanya.

Perlu diketahui, Mariadi dengan Bupati Lombok Utara, Djohan Sjamsu yang merupakan bapak dari Kusmalahadi pernah berpasangan pada Pilkada 2015, Djohan-Mariadi (JADI) namun mengalami kekalahan. Kemudian juga beredar informasi dukungan Pilkada kembali pada Pilkada 2020, mendukung Djohan Sjamsu sehingga berhasil duduk pada masa periode saat ini. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES