Politik

Dosen Fisip UMM: Pahami Rekam Jejak Calon Kepala Daerah

Senin, 06 Mei 2024 - 07:28 | 27.79k
Hutri Agustino, S.Sos., M.Si., Dosen FISIP Universitas Muhammadiyah Malang dan Pegiat Literasi di Pondok Sinau LENSA Malang. (FOTO: dok Hutri Agustino, S.Sos., M.Si)
Hutri Agustino, S.Sos., M.Si., Dosen FISIP Universitas Muhammadiyah Malang dan Pegiat Literasi di Pondok Sinau LENSA Malang. (FOTO: dok Hutri Agustino, S.Sos., M.Si)

TIMESINDONESIA, MALANG – Hutri Agustino, S.Sos., M.Si., Dosen FISIP Universitas Muhammadiyah Malang menyatakan, calon kepala daerah Malang Raya harus memahami konteks otonomi daerah, reformasi politik, serta dinamika sentralisasi dan desentralisasi dalam pengelolaan sumber daya.

Baginya, sosok pemimpin ideal adalah mereka yang tidak hanya mengutamakan pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan peningkatan sumber daya manusia (SDM).  Terutama dalam bidang pendidikan dan kesehatan masyarakat, khususnya terkait masalah stunting yang masih menjadi beban di wilayah Malang.

Hal ini disampaikan Hutri Agustino mengenai mulai munculnya banyak sosok calon kepala daerah di Malang Raya jelang Pilkada 2024. 

"Pemilih juga penting untuk memahami rekam jejak calon pemimpin," ucap pegiat literasi di Pondok Sinau LENSA, Malang kepada TIMES Indonesia, (30/4/2024). "Saat ini, mayoritas calon yang muncul berasal dari bursa partai politik," lanjutnya.

Namun demikian, Hutri Agustino berharap mereka bisa membangun hubungan setara dengan partai dan masyarakat, serta menjaga independensi dalam menjalankan tugasnya.

Hutri Agustino juga menyoroti dua isu utama yaitu 'Pembangunan infrastruktur dan program-program yang diusung oleh kelompok oligarki.'

Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus diimbangi dengan program-program yang pro-rakyat, bukan hanya untuk kepentingan kelompok tertentu.

Namun, tantangan besar yang masih dihadapi adalah dominasi oligarki dan kekuasaan politik partai. Agar politik lebih inklusif dan berpihak pada kepentingan rakyat. Untuk itu, kaum muda diimbau untuk tidak apatis dan terlalu pragmatis secara politik.

Harapan kedepannya adalah para pejabat dan bakal calon memiliki integritas serta independensi untuk memperjuangkan kepentingan rakyat secara menyeluruh, tidak hanya untuk golongan atau kelompok tertentu.

Dengan menghadirkan sosok pemimpin yang memahami kompleksitas tugasnya, berorientasi pada kesejahteraan rakyat, dan memiliki keberanian untuk mengubah paradigma politik yang ada, Pilkada Malang Raya diharapkan dapat menjadi tonggak baru dalam pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES