Politik

Gus Hamim Pastikan Tolak Tawaran Cabup Malang, Poros Pengusul Bertepuk Sebelah Tangan

Senin, 06 Mei 2024 - 18:27 | 19.78k
Ketua PCNU Kabupaten Malang KH Hamim Kholili menyampaikan penolakannya diusulkan menjadi calon bupati dalam kesempatan acara di Polres Malang, Senin (6/5/2024). (Foto: Amin/TIMES Indonesia)
Ketua PCNU Kabupaten Malang KH Hamim Kholili menyampaikan penolakannya diusulkan menjadi calon bupati dalam kesempatan acara di Polres Malang, Senin (6/5/2024). (Foto: Amin/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Poros parpol yang berniat mengusulkan KH Hamim Kholili yang akrab disapa Gus Hamim menjadi calon kepala daerah pada Pilkada Kabupaten Malang mendatang, dipastikan bakal bertepuk sebelah tangan. 

Ketua PCNU Kabupaten Malang Hamim Kholili memastikan menolak semua tawaran untuk diusung, sebagai Bakal Calon Bupati (Bacabup) Malang. Penolakan tersebut disampaikan Gus Hamim kepada wartawan, usai menghadiri acara Halal Bihalal di Polres Malang, Senin (6/5/2024).

"Selaku pribadi dan organisasi, pertama-tama saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada teman partai. (Namun), saya minta maaf sekali, saya tidak mencalonkan diri," tegas Gus Hamim.

Pernyataan Gus Hamim ini menjawab harapan parpol Poros Baru, yang belakangan memang santer menginginkan mengusung dirinya menjadi cabup Malang. Poros parpol ini terdiri dari gabungan Partai Gerindra, Golkar, juga partai lainnya.

Selain mendapatkan tawaran dari Poros Baru, Hamim juga dikabarkan mendapatkan tawaran dari PDI Perjuangan, yang memintanya untuk menjadi calon wakil bupati Malang.

Atas tawaran PDIP ini, Gus Hamim juga menyatakan berterima kasih dan menghormatinya. Juga kepada Bupati Sanusi, karena sudah diberikan kehormatan untuk menjadi wakilnya. 

"Namun, saya tidak mencalonkan diri, artinya untuk N1 tidak, N2 juga tidak. Dan, beberapa partai tersebut memaklumi keputusan Saya," tandasnya. 

Gus Hamim menyatakan alasan menolak tawaran dicalonkan Cabup Malang, karena memang patuh dengan pesan almarhum orang tuanya. Bahwa, ia tidak diperkenankan berkecimpung di dunia politik.

"Ya, karena tidak diperbolehkan oleh orang tua Saya yang sudah almarhum mulai dulu, untuk mencalonkan diri baik di esekutif maupun legislatif," tuturnya.

Sebaliknya, Gus Hamim menyatakan, memilih untuk lebih fokus dan tetap berkhidmat di Nahdlatul Ulama (NU) karena keberadaannya sangat dibutuhkan di NU.

Pernyataan Hamim Kholili ini setidaknya menjadi jawaban atas pernyataan pihak Partai Gerindra sebelumnya, yang akan mengusulkannya sebagai bakal calon kepala daerah pada Pilkada Malang 2024 mendatang. 

Dikonfirmasi penolakan Gus Hamim ini, Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Malang, Ziaul Haq, menanggapi enteng. "Tunggu saja tanggal mainnya," singkat Ziaul Haq, soal figur alternatif yang akan diusungnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES