Politik Pilkada 2024

Rohmi-Musyafirin Potensi Maju Pilgub NTB, Raden Nuna Siapkan Diri untuk Lombok Utara 

Jumat, 10 Mei 2024 - 14:01 | 23.60k
Raden Nuna menyerahkan berkas pendaftaran ke PDIP pada injuri Times penutupan pendaftaran Desk Pendaftaran Bacalon Kada PDIP Lombok Utara. (FOTO: Hery Mahardika/TIMES Indonesia)
Raden Nuna menyerahkan berkas pendaftaran ke PDIP pada injuri Times penutupan pendaftaran Desk Pendaftaran Bacalon Kada PDIP Lombok Utara. (FOTO: Hery Mahardika/TIMES Indonesia)
FOKUS

Pilkada 2024

TIMESINDONESIA, LOMBOK UTARA – Politisi senior PDIP NTB asal Lombok Utara, Raden Nuna secara diam-diam menyiapkan dirinya untuk maju pada Pilkada Lombok Utara. Persiapan ini rupanya untuk mengantisipasi terjalinnya koalisi antara Rohmi-Musyafirin pada Pilgub NTB sehingga berpotensi berefek kepada koalisi Pilkada Lombok Utara. 

Raden Nuna sendiri, politisi PDIP yang meniti karir mulai dari Anggota DPRD kabupaten selama dua periode, kemudian menjadi Anggota DPRD tingkat Provinsi NTB selama tiga periode. "Iya, saya daftar ke sini (PDIP) untuk persiapan maju Pilkada Lombok Utara," ucap Raden Nuna kepada TIMES INDONESIA, Jumat (10/5/2024).

Politisi yang sudah berpengalaman ini tentu sudah mengetahui kemana arah politik Lombok Utara yang akan lebih banyak meraih kemenanga sesuai politik Pilgub NTB.

Informasi terakhir yang berkembang mantan Wakil Gubernur NTB, Rohmi Djalilah sedang saling menjajaki dengan Musyafirin, politisi senior PDIP asal pulau Sumbawa. Bukan mustahil lagi bila terjalin koalisi Rohmi Djalilah-Musyafirin tentu terjadi koalisi Perindo-PDIP, kedekatan kedua partai ini dari tingkat nasional sangatlah berdekatan pada koalisi pemilihan Presiden dan Wakil Presiden.

Sementara, tokoh partai Perindo Lombok Utara yaitu Najmul Akhyar sebagai pengurus DPP Perindo. Maka, pasangan koalisi Perindo-PDIP bakal terjadi, maka Najmul-Nuna berpotensi muncul meramaikan perpetaan politik Lombok Utara. "Iya, kita siapkan diri aja dulu," katanya irit bicara sembari tersenyum melihat dinamika politik yang sedang terjadi. 

Pilgub-NTB-2.jpg

Koalisi Najmul-Nuna bisa terbentuk sebab memiliki track record yang matang dalam pengabdian masyarakat, yang sama-sama duduk sebagai Anggota DPRD kabupaten, dan pernah membangun koalisi pada Pilkada Lombok Utara 2015, dan Raden Nuna sebagai Ketua Tim Pemenangannya. 

"Saya memang tidak membawa pasukan yang banyak, yang penting latihannya yang banyak, bukan yang mendaftar membawa pasukan yang banyak tapi rakyatnya tidak ada," ujarnya disambut tepuk tangan meriah kader PDI Perjuangan Lombok Utara dan para simpatisan. 

Saat ini kata Raden Nuna, PDI Perjuangan tidak perlu bereuforia yang berlebihan. Sebab proses menuju Pilkada Lombok Utara masih amat panjang. Butuh proses dan tahapan selanjutnya, sehingga PDIP dapat mengusung Balon Bupati sendiri.

"Kita berkontestasi bukan untuk gagah-gagahan. Bukan untuk sekedar beraninya. Bukan untuk mengatakan ini pemberani dan ini penutup," ujar Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan NTB itu.

Oleh karena itu, Raden Nuna berpesan kepada semua simpatisan agar tetap merapatkan barisan. Jangan sampai tercerai-berai, sehingga membuat masyarakat terombang-ambing oleh kepentingan-kepentingan personal. "Kita jalani dulu tahap ini sampai dimana ujung yang terbaik. Tidak boleh mengambil keputusan diambil secara tergesa-gesa, perlu pertimbangan matang, perlu kedewasaan," paparnya.

Sementara itu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan, I Made Kariyasa mengaku bahwa hingga saat ini sudah ada 6 Balon Bupati dan Wakil Bupati yang sudah mendaftarkan diri melalui DPC PDI Perjuangan Lombok Utara. Di mana Balon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara yang sudah mendaftarkan diri melalui PDI Perjuangan adalah tokoh-tokoh dari berbagai kalangan. Baik dari tokoh masyarakat, tokoh politik, tokoh agama hingga tokoh pemuda.

"PDI Perjuangan bersifat terbuka. Kalau dulu diprioritaskan untuk kader, tapi saat ini kita terbuka untuk semua tokoh untuk bisa mendaftar melalui PDI Perjuangan," ujarnya.

Sesuai perintah dari DPP kata Made Kariyasa, DPC PDI Perjuangan awalnya membuka pendaftaran Balon Bupati dan Wakil Bupati sampai tanggal 26 Mei 2024. Namun karena banyaknya tokoh yang mendaftar diri, sehingga DPC PDI Perjuangan Lombok Utara mempercepat proses pendaftaran yakni sampai 10 Mei 2024 (hari ini).

"Kita buka tinggal satu hari, sisanya kita akan proses berkas pendaftaran semua bakal calon," terangnya.

Sementara itu, Ketua DPC Demokrat Lombok Utara, Zarkasy Haq mengaku juga sedang menyiapkan kader terbaiknya yang akan disodorkan kepada Bacabup yang ingin mendapatkan rekom partai Demokrat sebagai kendaraan pada Pilkada Lombok Utara.

Ada dua kader yang disiapkan yaitu Anggota DPRD Lombok Utara terpilih, Edi Setiawan, politisi yang berasal dari Kecamatan Bayan, dan Raden Beldur Calon Anggota DPRD NTB suara terbanyak Dapil Lobar-KLU, yang juga pengusaha sukses. "Kita juga menyiapkan kader untuk nantinya berkoalisi," ungkapnya terpisah. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES