Politik Pilkada 2024

Pilkada NTB 2024: Sitti Rohmi Djalilah, Figur Pemimpin Perempuan yang Digadang-gadang

Senin, 20 Mei 2024 - 09:59 | 41.33k
Sosok Sitti Rohmi Djalilah yang dianggap sebagai angin segar bagi kepemimpinan perempuan di Pilkada NTB 2024. (FOTO: Inspirasi NTB)
Sosok Sitti Rohmi Djalilah yang dianggap sebagai angin segar bagi kepemimpinan perempuan di Pilkada NTB 2024. (FOTO: Inspirasi NTB)
FOKUS

Pilkada 2024

TIMESINDONESIA, MATARAM – Menghadapi pemilihan kepala daerah, Pilkada NTB 2024, muncul figur pemimpin perempuan yang kini digadang-gadang sebagai bakal calon Gubernur NTB. Sosok tersebut adalah Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, Ketua Dewan Pertimbangan DPW Partai Perindo NTB. 

Keberadaan Sitti Rohmi Djalilah dianggap sebagai angin segar bagi kepemimpinan perempuan di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Direktur Institut Perempuan untuk Perubahan Sosial (InSPIRASI) NTB, Nurjanah, menilai kepemimpinan perempuan di NTB adalah sebuah keniscayaan. Ia berpendapat bahwa dikotomi antara laki-laki dan perempuan sudah tidak relevan lagi untuk diperdebatkan dalam konteks kepemimpinan.

“Setelah melalui ruang dan proses panjang pembelajaran, perempuan harus menciptakan momentumnya untuk mewujudkan kepemimpinan perempuan. Kepemimpinan bukan soal gender, melainkan cara kerja politik yang strategis,” ujar Nurjanah di Mataram, Senin (20/5/2024).

Nurjanah menyampaikan bahwa penggalangan dukungan publik harus melalui basis pembuktian yang bisa dipertanggungjawabkan serta keberpihakan terhadap arah pembangunan NTB yang kompetitif di kancah global. 

“NTB punya banyak aktor kunci perempuan yang mumpuni untuk itu,” katanya.

Menurut Nurjanah, selama menjabat sebagai Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi telah menunjukkan kinerja yang baik dengan bukti nyata dan mampu mempertanggungjawabkan peran-peran strategis yang dimandatkan kepadanya. 

Nurjanah mencontohkan bagaimana Rohmi berhasil mengawal implementasi program stunting, posyandu keluarga, dan zero waste, meskipun sebagian orang mungkin belum terlalu puas.

“Tapi menurut saya, kepemimpinan bukan semata-mata soal branding atau pencitraan, tapi sejauh mana hal itu berdampak dan dirasakan manfaatnya oleh publik, serta berani menjalankan program yang tidak populis,” tegas Nurjanah.

Saat disinggung mengenai program terpenting yang harus dikerjakan oleh pemimpin perempuan, Nurjanah menekankan banyaknya potensi NTB yang bisa digerakkan untuk mendukung upaya perluasan lapangan kerja. 

Menurut dia,, inovasi di sektor ekonomi yang banyak melibatkan kaum muda sangat penting, dan hal ini bisa maksimal dilakukan dengan kolaborasi dan koordinasi strategis dengan kabupaten/kota serta mitra pembangunan lainnya.

Selain itu, peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan juga menjadi bagian yang penting untuk terus didorong. Terkait beasiswa, Nurjanah menekankan pentingnya porsi afirmasi untuk jumlah perempuan yang perlu ditingkatkan.

“Kepemimpinan perempuan bukan hanya soal feminitasnya, tapi juga terobosan-terobosannya, inovasinya yang membangun, memastikan dalam pembangunan di NTB 'no one left behind' (tidak ada satupun yang tertinggal),” ujar Nurjanah.

Rektor Universitas Nahdlatul Ulama NTB, Dr. Baiq Mulianah, menyampaikan apresiasi terhadap munculnya figur perempuan dalam kepemimpinan. Menurutnya, Munas Alim Ulama 1997 telah memperbolehkan kepemimpinan perempuan, dan keberadaan manusia sebagai khalifah di muka bumi ini tidak dipengaruhi jenis kelamin.

"Selama perempuan itu punya kapasitas, kemampuan, dan kecerdasan serta ilmu memimpin, mengapa tidak," ujar Mulianah.

Mulianah menegaskan bahwa banyak perempuan yang sukses di dunia politik. Sebagai contoh, ia menyebut Khofifah Indar Parawansa yang berhasil memimpin Jawa Timur sebagai gubernur. Di bawah kepemimpinannya, tingkat pertumbuhan ekonomi Jawa Timur dinilai luar biasa dibanding daerah lain.

Bagaimana dengan NTB? Baiq Mulianah menegaskan bahwa siapa pun yang memiliki kapasitas dan ilmu kepemimpinan di NTB berhak mencoba bertarung dalam pemilihan kepala daerah.

Menurutnya, kepemimpinan perempuan tidak hanya terbukti di dunia politik, tetapi juga di bidang pendidikan, ekonomi, dan bahkan di dunia militer.

"Kalau ada perempuan yang punya kapasitas, pengalaman politik, dan ilmu memimpin di NTB ini ya silakan. Nggak perlu ragu karena sejatinya perempuan punya kepekaan dalam menyelesaikan persoalan kemasyarakatan," paparnya, menanggapi munculnya sosok Sitti Rohmi Djalilah di Pilkada NTB 2024. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES