Politik

NU Sleman Bentuk Timsus Pilkada 2024, Berikut Bocoran Nama Cabup Potensial

Kamis, 23 Mei 2024 - 19:59 | 23.85k
Jajaran Tim Komunikasi Politik (TKP) menggelar rapat koordinasi dengan pengurus PCNU Sleman. (Foto: Dok. PCNU Sleman)
Jajaran Tim Komunikasi Politik (TKP) menggelar rapat koordinasi dengan pengurus PCNU Sleman. (Foto: Dok. PCNU Sleman)

TIMESINDONESIA, SLEMAN – Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sleman 2024, PCNU Sleman bergerak cepat dengan membentuk Tim Komunikasi Politik (TKP). 

TKP yang beranggotakan 22 orang, bertugas menjaring sekaligus menjalin komunikasi dengan para tokoh baik dari kalangan internal NU maupun eksternal termasuk partai politik.

Anggotanya TKP terdiri dari berbagai kalangan, diketuai aktivis muda NU yang sudah menjadi penggerak sejak di pesantren dan kampus yakni Mohammad Alfuniam.

Mohammad Alfuniam atau yang akrab disapa Niam menuturkan, dalam rapat koordinasi terakhir tim TKP,  ada tiga calon bupati yang  sudah muncul di kalangan masyarakat yang menjadi perhatian tim. Ketiga bakal calon itu adalah Kustini (incumbent), Danang Maharsa (incumbent), dan Harda Kiswaya (mantan Sekda Sleman).

Dari ketiga calon tersebut, lanjut Niam, ada dua calon bupati yang aktif berkomunikasi dengan TKP, yaitu Kustini dan Harda Kiswaya.

“Dari pembicaraan dengan para calon, ya kami sampaikan bahwa NU punya banyak kader potensial, silahkan ambil pasangan dari kader NU, biar kedepan sebagai mitra strategis kita bisa lebih maksimal bekerjasama dalam membangun Sleman,” tandas Kang Niam.

Sejak bertugas sebagai ketua untuk urusan Pemilihan Bupati Sleman 2024, pihaknya juga telah berkomunikasi dengan sejumlah kader NU. Dari penjaringan dan komunikasi muncul sejumlah nama yang banyak diusulkan warga nahdliyin.

Nama -nama yang sudah muncul di antaranya Gus Wahid dari Ponpes Wahid Hasyim, Gus Fatir seorang notaris yang merupakan keponakan Gus Mus  (KH. Mustofa Bisri), Nur Cholis Suherman (Mantan DPRD provinsi DIY) M. Maksum Ketua Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Sleman, Reno Sangaji yang merupakan lurah Condongcatur.

Selain itu, juga muncul nama Gus Nahdhy dari Ponpes Sunan Pandanaran yang juga Ketua Umum Nasional Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi). Sebagian besar nama-nama tersebut sudah menyatakan siap maju dan bertemu dengan PCNU dan Tim, meski juga ada yang belum.

“Masih banyak nama-nama yang mungkin akan muncul dari kalangan warga NU. Mereka adalah kader-kader NU yang punya kapasitas dan kapabilitas ikut  berkompetisi dan memimpin Kabupaten Sleman lima tahun mendatang,” tandas Wakil Ketua PCNU Sleman ini.

Namun demikian, dari sekian nama sudah mulai mengerucut beberapa nama saja dalam pembahasan tim TKP. Hanya, pihaknya belum bisa menyampaikan ke publik, karena semua masih berproses.

“Kami akan terus lakukan komunikasi internal dan masih berproses,” ujarnya.

Niam mengakui, beberapa pekan terakhir pihaknya semakin inten berkomunikasi dengan partai politik, khususnya PKB dan para calon bupati Sleman. 

Komunikasi ini sebagai wujud penjajakan atas kemunculan sejumlah kader NU Sleman yang berpotensi maju di Pilkada Sleman Tahun 2024.

“Ingat, kader NU ada yang pernah duduk sebagai Wakil Bupati Sleman. Kita ingin, tahun ini ada kader NU lagi yang duduk di eksekutif. Tujuannya tentu untuk kemaslahatan umat, menjaga keberagaman, menjaga keseimbangan, dan yang paling penting NU ingin berperan aktif memajukan dan mensejahterakan Masyarakat Kabupaten Sleman,” imbuhnya. 

Sebelumnya, Ketua Umum Nasional Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi), Muhammad Nahdhy atau Gus Nahdhy dikabarkan bakal maju sebagai bakal calon bupati (Bacabup) Sleman pada Pilkada 2024.

Kabar tentang bakal majunya Gus Nahdy di Pilkada 2024 sebagai Bacabup Sleman itu dibenarkan sekretaris Samawi DIY, Fauzi Ahmad.

“Kabarnya memang begitu (maju di Pilkada 2024). Tapi saya juga belum tahu kepastiannya karena belum konfirmasi langsung pada beliau,” ujarnya.

Menurut Fauzi Ahmad, banyak elemen masyarakat, terutama dari kalangan pesantren dan kepemudaan yang mengharap Gus Nahdy maju sebagai Bacabup Sleman. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES