Politik

Pengacara: Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Jadi Target KPK

Jumat, 14 Juni 2024 - 14:21 | 18.22k
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (FOTO: dok TIMES Indonesia)
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (FOTO: dok TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Senin (10/6/2024) lalu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dipanggil oleh KPK terkait kasus korupsi Harun Masiku. Sebelum pukul 10.00 WIB, anak buah Megawati Soekarnoputri tersebut pun datang sebagai saksi.

Namun, pemeriksaan tak berjalan dengan mulus. Hasto dan Penyidik KPK terjadi konflik. Hal itu karena benda pribadi milik elite PDIP tersebut seperti HP dan tasnya, tiba-tiba disita oleh lembaga antirasua tersebut.

Hasto tak terima. Hanya berselang 4 jam berada di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Hasto keluar. Ia mengaku kepada para wartawan bahwa Penyidik KPK sedang melakukan kesalahan fatal, karena memperlakukan dirinya seperti tersangka korupsi.

Hasto pun tak terima dengan perlakuan Penyidik KPK tersebut. Sehari setelahnya, ia melaporkan penyidik yang merampas HP dan tas miliknya tersebut kepada Dewan Pengawas (Dewas) KPK.

Pengacara Hasto Kristiyanto, yakni Patra M. Zen mengatakan, sangat terlihat jelas apa yang dilakukan oleh KPK tersebut, bahwa Hasto menjadi target untuk ditersangkakan dalam kasus Harun Masiku tersebut.

"Jadi kalau ada yang menyampaikan bahwa Pak Hasto ditarget (oleh KPK), saya yakin betul," katanya saat menjadi salah satu pembicara di forum ILC, dikutip TIMES Indonesia Jumat (14/6/2024).

Sementara itu, politikus PDIP Deddy Sitorus mengatakan, Hasto Kristiyanto mengaku sudah memiliki prasangka buruk bahwa KPK sedang menargetnya menjadi tersangka dalam kasus Harun Masiku tersebut.

Bahkan, kata Deddy, Hasto sudah sempat menitipkan keluarganya, khususnya anak-anaknya kepada dirinya jika nanti prasangka tersebut terjadi. 

"Jadi tidak heran jika Mas Hasto itu bulan Februari sudah menitip ke saya anaknya. 'Mas, kalau ada apa-apa sama saya, saya titip. Saya tidak tahu saya mau diambil (oleh KPK)," kata Deddy mengulang perkataan Hasto kepadanya.

Menurut anggota DPR tersebut, kini KPK dan hukum sudah menjadi alat kekuasaan. Apa yang terjadi pada Hasto tersebut pun tak lepas dari bagaimana tangan kekuasaan berjalan.

Ia menilai, apa yang terjadi saat ini lebih parah dari zaman Soeharto. "Ini tidak terjadi pada zaman Soeharto. Zaman Soeharto eksekusi aja, gak usah pakai panggung sandiwara," ujarnya. 


Klaim KPK

Sementara itu, Jubir KPK Budi Prasetyo menyatakan, pemanggilan terhadap Hasto Kristiyanto beberapa hari lalu tersebut sebagai saksi dalam kasus tersangka korupsi Harun Masiku, bukanlah dilakukan secara tiba-tiba.

"KPK fokus pada proses penegakan hukum. Oleh karena itu, pemeriksaan ini juga tadi kami sampaikan bukan sesuatu yang tiba-tiba. Tapi juga dilatari dari pemeriksaan tiga saksi sebelumnya," katanya pada media, belum lama ini.

Tiga saksi yang dimaksud, kata dia, dua mahasiswa bernama Hugo Ganda dan Melita De Grave, lalu seorang advokat bernama Simon Petrus. Kata dia, tiga orang tersebut sudah diperiksa pada bulan lalu.

Nah, kata Budi, pemeriksaan terhadap Hasto dilakukan KPK setelah menindaklanjuti kesaksian tiga orang tersebut. "Itu menjadi sebuah keberlanjutan untuk menggali informasi. Kelengkapan keterangan yang dibutuhkan oleh tim penyidik," ujarnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES